Peran Skrining di Perbatasan dalam Pencegahan Kasus Impor Infeksi COVID-19 dibandingkan Infeksi Lain

Peran Skrining di Perbatasan dalam Pencegahan Kasus Impor Infeksi COVID-19 dibandingkan Infeksi Lain

Efektivitas skrining bagi wisatawan internasional selama pandemi masih diperdebatkan, terutama karena efek penurunan risiko impor penyakit sangat kecil. Pemeriksaan di perbatasan biasanya terdiri dari pemindaian secara termal bagi wisatawan untuk deteksi gejala demam dan atau mengisi survei pernyataan kemungkinan gejala sebelum masuk ke negara tujuan.

Penulis menggunakan studi teoretis murni untuk menyelidiki dampak maksimum yang mungkin dicapai dengan menerapkan program pengujian atau pengujian hanya di titik masuk. Penulis mengasumsikan kondisi ideal seperti kepatuhan 100% di antara wisatawan dan pelaksanaan tes yang sempurna. Selain COVID-19, penulis juga menerapkan model perbandingan untuk simulasi wabah influenza, sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan Ebola. Penulis hanya mempertimbangkan
skrining di bandara, sebagai metode utama perjalanan internasional.

Hasil primer menunjukkan bahwa dalam skenario kasus terbaik, penyaringan di titik masuk dapat mendeteksi maksimum 8,8% wisatawan yang terinfeksi COVID-19, dibandingkan dengan 34,8,%, 9,7% dan 3,0% untuk wisatawan yang terinfeksi influenza, SARS dan Ebola. Hasil tersebut menunjukkan bahwa skrining lebih efektif mencegah masuknya penyakit dengan masa inkubasi rata-rata yang lebih pendek. Hal ini menunjukkan bahwa skrining pada titik masuk saja tidak mewakili metode yang cukup untuk melindungi suatu negara secara memadai dari risiko impor kasus COVID-19.

Jurnal ini diterbitkan pada Cambridge Core pada November, selengkapnya  Klik Disini

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x