Optimal Lockdown untuk Pandemi COVID-19

Optimal Lockdown untuk Pandemi COVID-19

Dua strategi kebijakan nonfarmasi utama telah digunakan di Eropa dalam menanggapi epidemi COVID-19: kebijaakan yang ditujukan untuk natural herd immunity dan kebijakan untuk menghindari kejenuhan kapasitas rumah sakit dengan merusak kurva. Kedua strategi tersebut menghasilkan hasil yang berbeda dalam hal jumlah nyawa yang terselamatkan di satu sisi dan kerugian produksi di sisi lain. Penulis membandingkan kedua strategi ini dengan model susceptible-infected-recovered-dead. Didapatkan hasil bahwa Denmark, yang memilih opsi merusak kurva, berhasil meminimalkan kerugian ekonomi dan manusia. Natural herd immunity, yang diupayakan oleh Swedia dan Belanda tampaknya bukan strategi yang efektif terutama bagi Swedia, baik dari segi ekonomi maupun dalam hal nyawa yang diselamatkan. Hasilnya lebih beragam untuk negara lain, tetapi tanpa trade-off yang jelas antara kematian dan kerugian produksi.

Jurnal ini diterbitkan pada November di Journal of Public Economic Theory Wiley Online Library, selengkapnya Klik Disini

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x