Singapura Terancam Kewalahan Hadapi Lonjakan Covid-19

Singapura Terancam Kewalahan Hadapi Lonjakan Covid-19

Jakarta,  — Sistem perawatan kesehatan Singapuraterancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19. Pernyataan itu dilontarkan Menteri Keuangan sekaligus Ketua Satuan tugas (Satgas) Covid Singapura Lawrence Wong sehari setelah melonggarkan perjalanan bebas karantina.

Kementerian Kesehatan Singapura tambahan 3.862 kasus pada Rabu (20/10) dengan 18 kematian terkait covid-19 yang merupakan angka harian tertinggi.

“Pada situasi sekarang, kami menghadapi risiko besar sistem perawatan kesehatan kewalahan,” kata Wong seperti dikutip dari AFP.

Wong mengungkapkan hampir 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit dan lebih dari dua pertiga tempat tidur unit perawatan intensif terisi.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan pusat bisnis global tidak bisa ditutup tanpa batas waktu. Untuk itu, pemerintah setempat mengubah strategi dari penguncian dan penutupan perbatasan menjadi pendekatan hidup dengan covid-19.

Saat ini, sebagian besar kasus Singapura masuk kategori ringan atau tanpa gejala dengan pasien pulih di rumah. Kondisi tersebut memungkinkan rumah sakit untuk fokus pada pasien covid-19 yang sakit parah.

“Kami mencoba menambah kapasitas, tetapi ini bukan hanya soal memiliki tempat tidur tambahan atau membeli peralatan baru karena… tenaga medis kami kewalahan dan kelelahan,” kata Wong.

Wakil Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan jumlah infeksi di antara orang yang tidak divaksinasi berusia 60 tahun ke atas masih tinggi di mana dua pertiga pasien di ICU dan mereka yang telah meninggal masuk kategori tersebut.

Sebagai informasi, Singapura melaporkan lebih dari 158 ribu kasus covid-19 sejak awal kemunculannya tahun lalu, di mana 264 kasus di antaranya berujung pada kematian.


Sumber: CNN Indonesia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x