Diskusi Panel “Peran Knowledge Management untuk Mendukung Pengembangan Inovasi pada Institusi Kesehatan”

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD

Yogyakarta 01 September 2021 – Diskusi panel ini merupakan rangkaian kegiatan Pelatihan Teknis Pengembangan Perpustakaan/ Learning Resources Center pada Institusi Kesehatan yang menjadi kegiatan Pre Fornas ke-11 Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI). Acara ini dibuka dengan pengantar dari Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD yang menyampaikan latar belakang pentingnya revitalisasi perpustakaan di institusi kesehatan serta outline pelatihan dengan harapan konsep knowledge management dapat berjalan untuk meningkatkan mutu RS dan dinas kesehatan. Menghadirkan dua narasumber yakni Adj. Prof. Hans Wijaya (CEO Nasional Hospital) dan dr. Kuntjoro A. Purjanto, M.Kes (Ketua PERSI), serta pembahas yakni Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM., MKes. Acara ini dimoderatori oleh dr. Lutfan Lazuardi, PhD.


Adj. Prof. Hans Wijaya

Hans menjelaskan mengenai innovation dan knowledge management yang harus berjalan beriringan agar dapat memberikan manfaat. Kondisi pandemi yang sangat tidak pasti, dinamis dan penuh resiko membutuhkan sikap long life learner yang selalu update pengetahuan agar dapat mudah beradaptasi. Mengintegrasikan knowledge management dalam sebuah platform agar menjadi sebuah sumber informasi yang mudah diakses, diharapkan dapat membantu pengembangan inovasi sehingga dapat diimplementasikan pada instansi – instansi kesehatan. Hans juga menjelaskan mengenai kendala terbentuknya inovasi dan kendala dalam knowledge management.


dr. Kuntjoro A. Purjanto, M.Kes

Kuntjoro memaparkan materi tentang peran knowledge management untuk mendukung pengembangan inovasi pada institusi kesehatan. Knowledge management adalah basis dari segala aktivitas kesehatan pada institusi kesehatan untuk meningkatkan mutu. Knowledge yang bersifat driven care selalu mengikuti perkembangan situasi, namun knowledge belum menjadi informasi yang dapat diimplementasikan di berbagai tempat. Data – data yang terintegrasi diharapkan dapat membantu mewujudkan visi dan misi instansi kesehatan sehingga dapat meningkatkan pelayanan terbaik menyesuaikan perubahan – perubahan situasi.


Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM., MKes.

Pemaparan kedua narasumber dibahas oleh Putu. Pengetahuan tentang COVID-19 hingga saat ini masih terus berkembang. Banyak institusi pelayanan kesehatan yang sudah menggunakan knowledge untuk membantu penanganan pandemi, namun tampaknya banyak institusi yang belum mengelolanya dalam sebuah sistem knowledge management. Hal ini perlu diperbaiki agar knowledge management dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi aset yang dapat membantu perbaikan organisasi dalam menghasilkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu dan memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi tenaga kesehatan serta pasien. Diskusi panel ini dilanjutkan dengan diskusi yang diikuti secara aktif oleh peserta.

Diskusi panel tersebut dapat diakses pada link berikut   https://www.youtube.com/watch?v=er88rOyugVI

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x