Keterangan Pers Penanganan Kelangkaan Obat – Obatan COVID-19

drg. Arianti Anaya, MKM (Sekertaris Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI)

Disampaikan oleh Arianti, minggu lalu Kemenkes sudah menerbitkan peraturan mengenai penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) obat di masa pandemi COVID-19 yang bertujuan supaya obat – obatan yang diperlukan selama penanganan COVID-19 harganya bisa seragam dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Penentuan HET ini sudah dikaji dengan baik, selain dengan tujuan yang sudah tersebut di atas juga tidak akan menyebabkan industri farmasi merugi. Meningkatnya kasus COVID-19 diikuti pula dengan peningkatan kebutuhan akan obat – obatan untuk penanganan COVID-19. Kemenkes sudah melakukan pengecekan dan menghitung ketersediaan obat – obatan tersebut dan saat ini masih mencukupi. Kendala yang terjadi di lapangan terkait dengan distibusi. Stok obat nasional saat ini yaitu Oseltamivir kapsul, Favipravir tablet, Remdesivir vial, Azythromicin tablet, tocilizumbab vial, dan multi vitamin tablet yang tersedia pada dinkes provinsi, Instalasi Farmasi Pusat, Industri farmasi dan PBF, Rumah sakit, dan apotek.  Penambahan stok Remdesivir akan dilakukan dengan impor dan stok paling sedikit yaitu Tocilizumbab yang juga akan diupayakan untuk ditambah stoknya dari import Ke depan, Kemenkes akan me – launching aplikasi Farmaplus yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengakses ketersediaan obat di apotek dengan jejaring seluruh Indonesia.

Selengkapnya dapat diihat pada link berikut : https://youtu.be/_hZ_BgnmSM0

Reporter: Putri Ramelia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x