Konferensi Pers Layanan Telemedicine untuk Pasien Isolasi Mandiri

Konferensi Pers Layanan Telemedicine untuk Pasien Isolasi Mandiri

Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI)

Luhut menyatakan, bahwa secara umum keadaan masih bisa terkendali. Permasalahan yang timbul sudah dilakukan identifikasi dan penanganannya sedang berjalan dengan baik. Telemedicine sudah dibentuk oleh Menkes dengan bekerjasama dengan beberapa platform untuk mengurangi pressure rumah sakit.

Melalui layanan telekonsultasi ini semua gejala COVID-19 konfirmasi positif akan mendapatkan pelayanan medis yang tepat waktu tanpa perlu mengantri di rumah sakit. Rumah sakit akan diprioritaskan untuk pasien bergejala sedang dan berat. Obat dan oxygen concentrator akan termasuk di e-catalog.

Kemenkes memiliki big data dalam pemeriksaan PCR dan antigen dalam sistem New All Record (NAR) sehingga memungkinkan untuk mendapat laporan real time COVID-19. Luhut menghimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksan swab di laboratorium yang sudah terafiliasi dengan Kemenkes agar bisa mengakses layanan ini.

Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan RI)

Budi menjelaskan mengenai kriteria pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 harus dirawat di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasien yang terkonfirmasi positif, saturasi di bawah 95%, sesak, dan memiliki komorbid dilakukan di rumah sakit. Sedangkan, pasien yang terkonfirmasi positif, dengan saturasi 95% ke atas, tidak sesak, dan tidak memiliki komorbid harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain menghindari exposure viral load yang tinggi juga untuk menjaga emosional pasien agar lebih tenang. Pasien yang melakukan isoman memerlukan konsultasi, perhatian, dan menerima pengobatan secara benar.

Oleh karena itu, Kemenkes melakukan kerjasama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dan mengirim obat kepada pasien yang sedang melakukan isoman. Adapun kesebalas platform tersebut adalah Alodokter, GetWell, GoodDoctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Paket obat yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Paket A (OTG) terdiri dari multivitamin dan paket B (gejala ringan) berisi multivitamin, azytromicin 500mg, Oseltamivir 75mg, dan paracetamol 500 mg. Kemenkes juga sudah terintegrasi dengan beberapa laboratorium untuk melakukan tes swab dan akan terintegrasi dengan kesebelas platform tersebut.

Program layanan ini bersifat gratis. Dengan adanya layanan ini diharapkan pasien dapat memproleh penanganan secara tepat waktu dan tidak mengantri di rumah sakit, sehingga rumah sakit dapat dipergunakan untuk pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis. Program ini akan mulai dilakukan uji coba di DKI Jakarta pada selasa, 6 Juli 2021 bekerjasama dengan Dinkes DKI.  Selengkapnya https://youtu.be/LO7GE5ma7CE

Reporter: Putri Ramelia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x