Virtual Talkshow Bincang – Bincang Seputar (BIBIR) COVID Serial XXXII Sesi 1 Bagaimana Upaya Pemenuhan Kapasitas RS Dalam menghadapi Lonjakan Kasus COVID-19? (Surge Capacity)

Virtual Talkshow Bincang – Bincang Seputar (BIBIR) COVID Serial XXXII Sesi 1 Bagaimana Upaya Pemenuhan Kapasitas RS Dalam menghadapi Lonjakan Kasus COVID-19? (Surge Capacity)

Virtual Talkshow ini dilaksanakan atas kerja sama Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) & Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO) dengan didukung oleh idsMED yang bertujuan untuk memberikan informasi upaya pemenuhan kapasitas RS dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 (Surge Capacity). Virtual Talkshow ini dibuka oleh pengantar dari Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS (Ketua Umum IndoHCF & KREKI). Menghadirkan narasumber Prof. dr.Abdul Kadir, PhD.,Sp.THT-KL(K), MARS (Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan KEMENKES RI), dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH (Direktur Utama RS Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Sarosa), dan Brigjen TNI (P) Alexander K. Ginting S., Sp.P(K), FCCP (Kabid Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional. Virtual Talkshow ini dipandu oleh Dr. R. Heru Ariyadi, MPH (Ketua Umum ARSADA Pusat).

Prof. dr. Abdul Kadir, PhD.,Sp.THT-KL(K), MARS (Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan KEMENKES RI)

dr. Asral yang mewakili Prof Abdul Kadir yang berhalangan hadir memaparkan beberapa strategi yang dilakukan Kemenkes dalam menghadapi pandemi COVID-19 yaitu dengan memperhatikan hal – hal berikut yaitu deteksi dini, surge capacity, vaksinasi, upaya kesehatan masyarakat, dan sistem kesehatan. Berkaitan dengan surge capacity yang harus diperhatikan oleh setiap RS adalah kesiapan kapasitas konvensional, kapasitas cadangan, dan kapasitas krisis. Selain itu komponen yang mendukung dalam surge capacity antara lain struktur, staff, stuff,dan sistem juga harus diperhatikan. Saat ini untuk menghadapi lonjakan kasus, seluruh RS yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19 diinstruksikan untuk meningkatkan kapasitas ruang rawat bagi pasien dengan melakukan alih fungsi atau konversi TT selama masa pandemi yang besar konversinya disesuaikan dengan zonasi yang dibuat berdasarkan keterisian tempat tidur. Selain itu penyediaan SDM dan logistik juga menjadi hal yang diperhatikan untuk memberi kemudahan pelayanan kesehatan. 

Brigjen TNI (P) Alexander K. Ginting S., Sp.P(K), FCCP

Disampaikan oleh Alex kenaikan kasus COVID-19 yang terjadi 5 minggu setelah lebaran memerlukan penyelesaian dari hulu ke hilir. Penyelesaian sektor hulu meliputi pembatasan kegiatan masyarakat, penambahan jumlah testing dan tracing, menekan positivity rate hingga <5%, dan melakukan percepatan vaksinasi. Untuk mendukung penyelesaian di sektor hulu diberlakukan PPKM Mikro yaitu zonasi yang ditetapkan berdasarkan positivity rate. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan terjadi pemulihan kesehatan dengan tetap memperhatikan pemulihan di bidang ekonomi begitu juga sebaliknya. Pelaksanaan PSBB beberapa waktu yang lalu memang berdampak pada melandainya kasus, akan tetapi kasus infeksi dan meluasnya daerah infeksi tetap bertambah. Sementara penyelesaian sektor hilir yaitu konversi ruangan di RS rujukan hingga mencapai 40%, penambahan TT isolasi yang tersentralisasi, pemenuhan kebutuhan akan tenaga kesehatan dan alat kesehatan serta penyediaan fasilitas tambahan untuk isolasi seperti hotel.

Dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH

Syahril menyatakan bahwa pandemi COVID-19 berisiko dalam memberikan ancaman terhadap kesehatan nasional. Seluruh RS harus bersiap mengadapi pandemi (hospital readiness). Terdapat beberapa komponen penilaian terhadap kesiapan rumah sakit dengan skor yang berbeda-beda pada setiap komponennya. Salah satu komponennya yaitu mengenai surge capacity pada poit 7. Terkait dengan hal tersebut berikut lima hal yang harus disiapkan RS yaitu: 1) RS harus mempunyai program antisipasi lonjakan kasus, 2) RS merupakan bagian dari sistem dan mekanisme dalam menangani lonjakan kasus, 3) Manajemen rantai pasokan,  4) Pengadaan barang atau jasa saat terjadi lonjakan, dan 5) Data dan mobilisasi SDM termasuk tenaga relawan.


Untuk mengakses webinar tersebut dapat diakses pada link berikut  https://youtu.be/kGISmSLWpc8

Reporter: Putri Ramelia

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x