Older People and COVID-19 in Indonesia

Older People and COVID-19 in Indonesia

Sebuah studi kolektif mengenai lansia dan COVID-19 dilakukan oleh Bappenas, disponsori oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan didukung dengan pengumpulan dan analisis data oleh SurveyMETER. Terdapat 3.500 lansia berusia 60 tahun (dan lebih) secara acak terlibat melalui pemanfaatan SILANI (Sistem Informasi Lanjut Usia) yang meliputi 3 provinsi : DKI Jakarta, Bali dan D.I. Yogyakarta. Pengumpulan data pertama dilakukan melalui panggilan telepon pada Juli 2020, dan dilanjutkan fase kedua pada November 2020.

Terdapat 3 topik utama yang menjadi pembahasan dari riset ini, yakni kondisi ekonomi, kesehatan dan dukungan sosial. Lebih dari separuh responden mengalami penurunan pendapatan. Diantara responden yang penghasilannya menurun, 42% diantaranya melaporkan bahwa kualitas makanan mereka semakin rendah. Terkait kesehatan, 16% responden menyatakan bahwa kesehatan fisiknya memburuk. Diantara responden yang membutuhkan konsultasi dengan fasilitas kesehatan, 11% mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dengan alasan yang paling umum takut tertular COVID-19 di fasilitas kesehatan (45%).

Terkait dukungan sosial, hanya 5% responden tidak pernah berkomunikasi dengan kerabat, teman, atau tetangga baik secara langsung maupun menggunakan alat komunikasi. 82% diantaranya melakukan komunikasi secara langsung. Dukungan ekonomi dan sosial untuk lansia harus dipertahankan dan dilanjutkan bahkan setelah pandemi. Sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif penurunan pendapatan dan pembatasan sosial pada kesejahteraan orang tua – seperti penurunan kualitas makanan, akses yang lebih terbatas ke fasilitas kesehatan, dan isolasi sosial yang lebih berjarak.

Selengkapnya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x