Pelatihan Minggu ke-10 Pengembangan Perpustakaan dengan Konsep Knowledge Management untuk Mendukung Penanganan Pandemi COVID-19

Reportase Kegiatan

Reportase Pelatihan Minggu ke-10

Pengembangan Perpustakaan dengan Konsep Knowledge Management untuk Mendukung Penanganan Pandemi COVID-19

9 November 2020

Pertemuan minggu kesepuluh pelatihan knowledge management ini merupakan pertemuan minggu terakhir dan hari ini peserta memperoleh feedback dari fasilitator terkait dokumen final proposal pengembangan perpustakaan yang telah dibuat. Peserta juga menerima sertifikat sebagai tanda telah berpartisipasi mengikuti pelatihan ini.  Pertemuan hari ini menghadirkan Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD., Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM, M. Kes., dan Sukirno, SIP, MA sebagai narasumber.

Putu memberikan feedback secara sampling dengan proposal tim CEBU sebagai contoh. Feedback ini berfokus pada aspek penulisan rencana tahunan dan rencana anggaran. Proposal yang dibuat oleh tim CEBU sudah cukup lengkap dan berfokus pada digital library. Dalam proposal ini kita membicarakan rencana bisnis untuk unit perpustakaan yang berisi program selama 3 tahun ke depan dan rencana anggarannya. Putu menambahkan bahwa ke depannya unit perpustakaan didorong untuk menjadi unit yang mandiri dan bisa menggali sumber pendanaan sendiri. Kita masih bisa memaklumi jika untuk 3 tahun pertama masih membutuhkan dukungan dana dari fakultas atau RS. Kita harus mencari peluang pendanaan, misalnya kita mendapatkan langganan gratis akses jurnal dari pihak ketiga, capacity building yang didukung oleh pihak lain, dan masih banyak hal lain yang dapat dilakukan. Semakin besar kita menunjukkan potensi yang ada, maka semakin besar dukungan dari instansi. Sebaiknya tabel dalam proposal ini dibuat time seriesnya. Belum semua proposal mencantumkan jumlah yang dibutuhkan dalam perencanaan program. Selain itu kita harus menentukan penanggungjawabnya supaya kita bisa melihat ketercapaian target dan kendalanya. Program tahunan dapat dijabarkan ke dalam SDM, pengadaan peralatan, kerjasama dan platform. Rencana anggaran dan biaya dibuat dalam timeline dan harus dibuat dengan detail. Laksono menambahkan bahwa dalam penyusunan proposal ini juga harus ada anggaran penerimaan, misalnya dari rumah sakit yang bekerja sama dengan kita atau perpustakaan lain yang berlangganan ke kita. Kita harus melakukan analisis pasar juga apakah ada peminat dari inovasi yang kita tawarkan. Putu menambahkan bawah CEBU memiliki peluang untuk membuka kerjasama dengan pusat kajian lain dan universitas lain. Seharusnya dari peluang itu ada pendapatan yang diperoleh yaitu berupa kontribusi. Kontribusi apa yang bisa diberikan oleh partner kita? Kontribusi ini dapat dirupiahkan dan dimasukkan dalam pendapatan. Pendapatan ini pada akhirnya dapat langsung digunakan untuk menjalankan program.

Putu juga memberi feedback untuk tim HDSS Sleman. Hal yang perlu ditambahkan adalah poin kuantitas pada program HDSS Sleman. Selain itu, perlu dituliskan mengenai target pendapatan dari pihak lain. Kita perlu mengidentifikasi hal tersebut agar dapat melihat alokasi anggaran setiap tahun mengenai anggaran yang disupport oleh lembaga induk atau dana yang kita cari sendiri. Jika ada peningkatan prosentase dana yang kita cari sendiri maka ada kemungkinan kita bisa lebih berkembang.

Kirno menyampaikan mengenai prinsip proposal pengembangan, antara lain tersusun program jangka pendek dan jangka panjang berbasis hasil analis SWOT, merumuskan program ke dalam anggaran pengembangan perpustakaan sebagai learning resources center, dan mampu untuk identifikasi sumber – sumber pendanaan pengembangan dan program. Review secara umum dari semua proposal yang telah dibuat oleh peserta, antara lain perencanaan jangka pendek sudah dibuat masing-masing tim, fokus perencanan pada konten untuk membuat perpustakaan digital, belum memasukan program-progam kegiatan yg dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja institusi. Selain itu belum semua memasukkan desiminasi knowledge dalam perencanaan program. Selanjutnya Kirno menyampaikan detail review proposal untuk masing – masing institusi yaitu RSUP dr. Sardjito, RSA UGM, RS Bethesda, CEBU, dan HDSS Sleman.

Sampailah pada sesi penutup acara pelatihan di mana peserta menerima e-sertifikat. Moderator menyampaikan terima kasih atas partisipasi peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan dari minggu pertama hingga minggu kesepuluh ini. Sampai jumpa.

Reporter: Monica Abigail

 

 

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments