Reportase Minggu ke-9 : Pelatihan Pengembangan Perpustakaan dengan Konsep Knowledge Management untuk Mendukung Penanganan Pandemi COVID-19

Reportase Kegiatan

Reportase

Pelatihan Pengembangan Perpustakaan dengan Konsep Knowledge Management untuk Mendukung Penanganan Pandemi COVID-19

Minggu ke-9 | 2 November 2020


Pertemuan minggu kesembilan pelatihan knowledge management kali ini peserta memperoleh materi mengenai “Portal Knowledge Management Covid-19” yang sedang dikembangkan oleh PKMK FK – KMK UGM. Selanjutnya dilakukan demonstrasi penggunaan kolom pencarian website manajemencovid.net sesuai dengan prinsip taksonomi.  Peserta juga mengerjakan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta atas materi yang diberikan dari minggu 1 – 8 yang telah berlalu. Pertemuan hari ini menghadirkan Sukirno, SIP, MA sebagai narasumber dan dr. Lutfan Lazuardi, PhD sebagai moderator.

Memulai paparan, Kirno menyampaikan ada 3 pendekatan yang dilakukan dalam pengembangan untuk portal knowledge management. Pendekatan yang pertama yaitu sebagai tool untuk manajemen pengetahuan COVID-19. Apabila di RS ada kegiatan terkait COVID-19 (seminar, video, kasus) maka portal ini akan digunakan untuk menyimpan dan manage semua pengetahuan di institusi kita agar bermanfaat bagi banyak orang. Pendekatan yang kedua yaitu manajemen pengetahuan COVID-19 dengan menggunakan pendekatan taksonomi. Pendekatan yang ketiga yaitu sebagai sarana desiminasi manajemen pengetahuan COVID-19 pada masyarakat yang bisa diakses 24 jam. Taksonomi merupakan mekanisme klasifikasi konten berdasarkan karakteristik yang sama untuk membantu user dalam mencari konten. Taksonomi dapat ditentukan berdasarkan konten (video, book, reportase, prosiding) dan berdasarkan subjek/ keilmuan (pelayanan primer, pengambilan kebijakan, klinis pelayanan, vaksin, diagnosis). Aspek metadata sangat memudahkan dalam pencarian informasi. Proses temu kembali sangat dipengaruhi saat entry data terkait kata kunci dan fasilitas pencarian dalam portal. Semakin banyak kata kunci, semakin mudah proses pencarian. Fasilitas menu pencarian dalam website manajemencovid.net adalah basic search dan advanced search. Advanced search yang sedang dikembangkan, dibuat dengan boolean operator dan tagging/ filter. Selanjutnya Irvan mendemonstrasikan advanced search pada website manajemencovid.net.

Pada sesi diskusi, HDSS Sleman memaparkan bahwa mereka sudah mencoba terkait metadata terkait data yang dimiliki yaitu data demografi dan penyakit. HDSS Sleman telah menyebarkan survei dan hasil survei menyebutkan bahwa website sudah cukup lengkap. Namun beberapa pengguna memberi saran sebaiknya data lebih di – update lagi, visualisasi data diharapkan lebih menarik, dan adanya informasi terkait penelitian apa yang sudah pernah dilakukan dan siapa penelitinya. Kirno menyampaikan bahwa kita harus memahami kebutuhan user. Putu menambahkan bahwa isi website ini adalah cerminan dari apa yang ingin kita sampaikan kepada khalayak. Pengetahuan yang ada di individu RS harus dapat dikelola, dikumpulkan, dan dibagikan pada semua pihak yang membutuhkan sehingga dapat digunakan untuk membantu penanganan COVID-19 saat ini. Website yang dikembangkan adalah contoh bagi teman – teman di RS, yang bisa menyediakan referensi atau pembimbingan jarak jauh. Apabila RS tidak memiliki sumber daya maka bisa menggunakan website ini untuk pengembangan kita bersama. Prof. Laksono menyampaikan bahwa minimal ada 2 orang yang meng – update website ini dan membuat buletin kemudian menyebarkan kepada semua pihak yang ingin bekerjasama. Ada kemungkinan untuk bisa berlangganan setahun dengan nominal 1 – 2 juta rupiah per bulan namun website ini harus aktif update minimal 1 minggu sekali. Putu menambahkan bahwa saat ini pustakawan diharapkan lebih proaktif masuk dalam tim di RS yang membuat systematic review. Pustakawan harus memiliki pemahaman konten dan membantu membuat resume suatu jurnal atau publikasi lalu dibagikan kepada klinisi. Suatu saat perpustakaan di RS pendidikan kita harus bisa mencapai hal ini.

Lutfan dan Putu menutup pertemuan hari ini dengan menjelaskan bahwa pertemuan minggu depan membahas feedback dari narasumber terkait proposal final yang telah disusun. Pengumpulan proposal ini sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat pelatihan. Selain itu dapat pula dilakukan pendampingan melalui e-mail terkait proposal final bagi instansi yang masih membutuhkan bimbingan. Sampai jumpa.

Reporter: Monica Abigail

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments