Reportase Webinar Series Meta Leadership in Practice Memimpin National Flagship Hospital: Tinjauan Aksi Strategis Pemimpin Rumah Sakit

Reportase Webinar Series Meta Leadership in Practice Memimpin National Flagship Hospital: Tinjauan Aksi Strategis Pemimpin Rumah Sakit

Pengambil Kebijakan Tenaga Pencegahan

SESI PERTAMA

Pembicara:

dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH

dr Fathema mengartikan metaleadership sebagai peran seorang leader yang tidak hanya dilihat dari level kedudukannya namun bagaimana seorang leader dapat mengajak seseorang dan orang lain untuk menyadari situasi yang kritikal dan kompleks sampai menjadi sebuah action planning. Penerapan metaleadership disampaikan oleh Fathema saat mengelola dan menyatukan 70 rumah sakit BUMN di seluruh Indonesia dalam masa pandemi ini, mengintegrasikan seluruh unit yang ada di layanan rumah sakit serta membangun ekosistem yang dimulai dari memberikan edukasi, memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang COVID-19, pengetauan mengenai screening and testing, penggunaan APD sampai dengan penggunaan ventilator.

Terdapat 3 pilar strategi yang digunakan yang pertama yaitu Speed (detection and finding) yakni pengetesan yang dilakukan dengan terlebih dahulu membangun laboratorium molekular sampai menghasilkan kemampuan dan peningkatan kapasitas uji laboratorium. Kedua adalah Access (Isolation and treatment) berupa peningkatan teknologi, akses terhadap ketersediaan obat, penambahan tenaga kesehatan dan peningkatan kapasitas tempat tidur bertekanan negatif yang terus dilakukan terutama untuk menghadapi kemungkinan adanya second wave. Ketiga adalah prevention (cut the chain) untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam hal pencegahan.

Pada masa pandemi COVID-19, Pertamedika IHC melakukan koordinasi dengan 70 RS BUMN dan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, dalam hal berikut:

  1. Koordinasi dan pendampingan konversi bed dan ICU COVID-19
  2. Koordinasi peningkatan pemeriksaan deteksi COVID-19 (70.000 test oleh 19 titik laboratorium selama 2 bulan di 19 provinsi di Indoensia)
  3. Konsolidasi perkembangan data pasien COVID-19
  4. Standarisasi layanan dan upskilling tenaga medis
  5. Konsolidasi kebutuhan logistik (obat, alkes, dan BMHP) melalui supply chain management PBM IHC
  6. Koordinasi dan alokasi distribusi donasi kepada seluruh RS BUMN

Evaluasi dilakukan setiap hari dan langsung dilakukan action untuk menghadapi permasalahan yang ada. Contohnya apabila terjadi peningkatan mortalitas di suatu rumah sakit, maka akan langsung dicari penyebabanya.

Dalam meta-leadership, kesejahteraan dan kesehatan tenaga kerja juga turut menjadi perhatian, PCR yang dilakukan terhadap dokter dan perawat semuanya diukur dan dijadikan indikator penting bagi RS dalam menjaga kesehatan para nakes dan menjaga agar pelayanan COVID tetap sustain.

Dalam memudahkan tenaga kesehatan dalam bekerja, rumah sakit juga melakukan optimalisasi teknologi digital dalam pelayanan COVID-19 salah satunya melalui sentralisasi koordinasi layanan melalui command centre. Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi penggunaan APD dan mengurangi penularan pada tenaga kerja.

Kesimpulan:

Konsep meta-leadership telah menjadikan peran Pertamedika IHC sebagai holding RS BUMN secara efektif dalam menggerakkan seluruh RS BUMN, melalukan pengembangan dan integrasi  dalam penanganan COVID 19.

Pembahas:

Ede Suryadarmawan dan Djazuly Chalidyanto selaku pembahas sesi satu menjelaskan mengenai kondisi rumah sakit yang dihadapkan pada industrial revolution dan society evolution dan ditambah lagi oleh adanya COVID-19 yang menjadikan rumah sakit berada dalam situasi Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA).

Terdapat 7 poin yang harus dimiliki oleh leader, yakni sincere enthusiasm, integrity, good communication skill, loyalty, decisiveness, managerial skill dan charismas. IBM membuat survey leadership saat situasi kritis yakni saat krisis moneter 2008 – 2010, dikatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kreativitas dalam menghadapi situasi krisis. Aspek managing people, melakukan trasnformasi dan eksekusi dalam mencapai tujuan juga harus dimiliki oleh setiap pemimpin

Djazuly menambahkan bahwa apa yang dilakukan Fathema merupakan contoh konkret penerapan metaleadership, bagaimana Fathema memahami situasi dengan cepat dan mencoba membuat konektivitas dengan seluruh stakeholder yang ada di korporasi dalam hal penanganan COVID-19.

Harapan ke depan, perlu adanya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan untuk para pemimpin rumah sakit dalam hal penerapan meta-leadership.

SESI KEDUA

Pembicara:

dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA, Direktur Utama RSCM

dr Lies menjelaskan mengenai aksi strategis memimpin RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam menghadapi pandemi COVID-19. Sampai saat ini RSCM telah menerima  ±2000 pasien dengan data PDP, ODP dan konfirmasi COVID. Kondisi pandemi yang terjadi saat ini juga berdampak pada penurunan jumlah pasien pada layanan gawat darurat dan beberapa layanan unggulan di rumah sakit seperti IVF dan transplantasi ginjal. Terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan bagi RSCM dalam masa ini, salah satunya yakni terdapat 8000 SDM yang ada di RSCM termasuk di dalamnya tenaga kesehatan, alih daya dan peserta didik yang harus dilindungi dari adanya burnout secara fisik maupun psikis, tantangan lainnya yakni adanya defisit anggaran dan gangguan pada supply chain.

Kebijakan dan strategis yang dilakukan RSCM:

  1. Pembentukan manajemen intra hospital disaster plan untuk melakukan koordinasi lintas unit yang terdiri dari tim operasional, sumber daya, pusat data dan informasi dan keuangan.
  2. Memenuhi seluruh komponen dalam Hospital Readiness Checklist WHO
  3. Penutupan akses dan penetapan zonasi dan melakukan screening di setiap pintu masuk. Zonasi akan membantu manajemen pemakaian APD dan efisiensi. (dari penggunaan 450 APD perhari dapat diminimalisasi menjadi 150 APD perhari)
  4. Ekspansi layanan IGD
  5. Pembentukan Kiara Ultimate zona layanan COVID 19
  6. Pojok sahabat yang merupakan layanan untuk edukasi medis dan diskusi target pengobatan antara DPJP dan keluarga pasien. Serta digunakan untuk kunjungan virtual bagi keluarga pasien
  7. COVID-19 Monitoring and Information Centre (COMIC)
  8. Telemedicine
  9. Pohon penelitian COVID-19
  10. Berbagai inovasi lain contohnya absensi secara daring dan deteksi suhu dengan infreared camera.

Penerapan metaleadership di RSCM adalah bagaimana para leader dapat membawa jajarannya dengan baik. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan lead down yakni melalui peningkatan rasa percaya diri dan motivasi tenaga medis. Hal yang kedua adalah lead up untuk membawa hasil kesatuan direksi kepada kementrian untuk menyampaikan strategi yang dimiliki oleh rumah sakit serta kebutuhan dukungan anggaran. Ketiga adalah Lead Across membangun hubungan dengan BNPB (PCR dan reagensia), kementrian – kementrian terkait dengan APD, donasi dan laboratorium, BPJS kesehatan serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Keempat adalah Lead beyond dalam membangun trust masyarakat terhadap rumah sakit baik melalui webinar maupun media sosial.

Untuk memantau kesehatan tenaga kesehatan, pemeriksaan skrining dan swab rutin tenaga kesehatan juga dilakukan, rapid test terhadap nakes dilakukan setiap 2 minggu sekali. Desinfeksi juga dilakukan secara rutin di RSCM.

 Pembahas:

Syahrir A. Pasinringi, MS, Ketua Pengelola MARS Universitas Hasanuddin

Dr. dr Viera Wardhani, M. Kes, FISQua, Ketua Pengelola Universitas Brawijaya

Syahrir A. Pasinringi selaku pembahas menggambarkan kemampuan dalam menghadapi kondisi yang kompleks dan dipenuhi oleh ketidakjelasan. Lies dan Fathema memiliki kemampuan yang adaptif, critical thinking dan integritas serta dapat merangkul semua pihak dan membentuk tim yang solid.

Saran ke depan untuk dapat menampilkan juga kondisi di rumah sakit daerah lain di luar ibukota sehingga dapat menjadi pembelajaran mengenai bagaimana kepemimpinan di rumah sakit yang lebih kecil. Syahrir menjelaskan bahwa kondisi di beberapa rumah sakit umum daerah tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sehingga menjadi tantangan tambahan bagi rumah sakit terutama dalam hal pembiayaan.

Dalam proses pembelajaran leadership, Syahrir menyampaikan bahwa diperlukan adanya rancangan inovasi pembelajaran yang mengedepankan knowledge management dan critcial thinking dengan kolaborasi berbagai background dan karakteristik mahasiswa.

Dr. dr Viera Wardhani, M. Kes, FISQua menyoroti mengenai woman leadership yang memiliki karakter more participated, more communal, and concern to others. Adanya community power dan knowledge management yang luar biasa memberikan kekuatan tersendiri bagi RSCM.

Ada 4 poin yang harus dibangun untuk menjadi leader yakni explicit knowledge, tacit knowledge, emotional intelegency dan ethical leaderhsip. Mahasiswa harus diberikan paparan terhadap life experience melalui metode mentorship mengenai bagaimana para leader memimpin.

Sesi webinar ditutup oleh kesimpulan yang disampaikan oleh dr Andreasta Meliala bahwa tanda kepempinan ada tiga yaitu order (adanya keteraturan), output dari sistem yang dibangun dan yang ketiga adanya development. Ketiga hal tersebut sudah dicontohkan dengan baik oleh Fathema dan Lies. Tantangan ke depan adalah untuk menciptakan suatu metode pembelajaran yang lebih baik untuk dapat menciptakan leader leader yang hebat.

Pembicara:

  1. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA, Direktur Utama RSCM
  2. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH, Direktur Utama Pertamedika IHC

Pembahas:

Ede Suryadarmawan, SKM, MDM, Ketua Pengelola MARS UI

Djazuly Chalidyanto, SKM, MARS, Ketua Pengelola MARS Universitas Airlangga

Syahrir A. Pasinringi, MS, Ketua Pengelola MARS Universitas Hasanuddin

Dr. dr Viera Wardhani, M. Kes, FISQua ,Ketua Pengelola Universitas Brawijaya

Moderator:

Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes, MAS, Direktur PKMK UGM/ Ketua Pengelola MMR UGM

Webinar ini bertujuan untuk:

  1. Mengidentifikasi strategi kepemimpinan yanag digunakan oleh RSCM dan RSPP dalam menghadapi berbagai perubahan dan pandemi yang terjadi saat ini
  2. Mendeskripsikan skillskepemimpinan RSCM dan RSPP, terutama pada aspek leading upleading downleading across, dan leading beyond
  3. Mendiskusikan aspek akademik dalam pengembangan sense and skills of leadershipmanajer rumah sakit

Reporter: dr. Gheanita Ariasthapuri MPH

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments