Hasil Sementara Penelitian Pemetaan Ekosistem Teknologi Digital Untuk Membantu Penanganan Covid di DIY

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

Pengantar

Serial zoom meeting terkait penelitian surge capacity dilaksanakan kembali pada 26 juni 2020. Kali ini Insan Rekso Adiwibowo  sebagai tim peneliti memaparkan hasil sementara penelitian.  Pemetaan Ekosistem Teknologi Informasi untuk Membantu Penanganan COVID-19 di DIY. Hasil sementara kali ini merupakan update informasi yang telah ditemukan dari sebelumnya.

Pemaparan Hasil Sementara

Adi menyampaikan bahwa penelitian ini banyak mengamati website dan inisiatif digital lainnya dalam menangani COVID-19, lebih dari 20 aplikasi terkait penanganan COVID-19 satu dan lainnya sering kali berkaitan, namun ada fitur khusus juga yang bermanfaat dalam penanganan covid. Sistem kesehatan itu ada yang tersentralisasi seperti di China dan desentralisasi yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya pemetaan diharapkan terkoordinasi, menggabungkan antara sentralisasi dengan desentralisasi. Dalam penelitian  ini ada 4 komponen kunci yaitu system, structure, stuff, staff. Pertanyaannya apakah sistem informasi sudah memperkuat komponen kunci?

Dari tantangan yang ada dalam sistem kesehatan era COVID-19 mana yang sudah terjembatani oleh aplikasi – aplikasi tertentu, mana yang belum terjembatani dan mana yang berpotensi terjembatani oleh aplikasi tertentu. Hasil akhir penelitian nanti pemetaan tantangan sistem kesehatan mana yang belum terjembatani, dan dari situ akan ada rekomendasi tentang apa yang bisa diisi oleh inovasi digital agar tidak perlu mengulang hal yang tidak perlu.

Dalam paparan hasil sementara penelitian Adi juga menyampaikan rangkuman beberapa aplikasi terkait COVID-19 yang ada di Indonesia, disampaikan beberapa kelebihan fitur dan juga kekurangan dari aplikasi tersebut. Gamatechno Kerjasama dengan kominfo juga mengeluarkan aplikasi yang digunakan untuk penanganan COVID-19 di DIY. Selain aplikasi juga disampaikan beberapa website yang tersedia terkait penanganan covid, salah satunya Yogyakarta tanggap COVID-19. Aplikasi maupun website yang tersedia bermacam – macam fungsi dan tujuannya, misalnya aplikasi untuk skiring mandiri, pelaporan kasus, tracing, bahkan terkait supply chain medis.

Diskusi

Dalam diskusi Guardian Sanjaya memberikan masukan untuk meng interview fasilitas kesehatan rujukan yang mengelola sistem yang bersifat tidak dipublik, dari mana datanya dan bagaimana memasukkan datanya. Selain itu Guardian juga mengtaakan bahwa banyaknya aplikasi, apakah aplikasi tersebut dipakai atau tidak, sudah banyak yang men – download,  tujuan dan dampaknya apa untuk penanganan covid.   Adi menanggapi bahwa akan dilakukan wawancara dengan fasilitas Kesehatan terkait dengan penggunaan aplikasi internal yang tidak bisa diakses oleh publik. Di Yogyakarta ada aplikasi CMS dan DSS, sistem tersebut berisi data kasus covid, informasi tenaga Kesehatan, ketersediaan logistik, dan lainnya.

Penutup

Pada akhir diskusi Adi menyampaikan bahwa aplikasi  contact tracing itu penting, karena akan sulit apabila kalau tidak terpantau untuk tracing nya. Ketika ada yang terpapar covid maka petugas kesehatan bisa menangani dengan segera. Presentasi selanjutnya Diharapkan sudah hasil final penilitian, juga akan mengakomodir masukan dari pertemuan kali ini, misalnya aplikasi yang sifatnya internal akan digali dan memasukkan temuan – temuan pada framework yang sudah dibuat.

Reporter: Husniawan P


0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments