Efektivitas Manajemen Logistik Dan Rantai Pasokan Kesehatan Di Era Covid-19 Studi Kasus di DIY

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

PKMK FK – KMK UGM menyelenggarakan Webinar Serial Penelitian Surge Capacity: Efektivitas Manajemen Logistik dan Rantai Pasokan Kesehatan di Era COVID-19 Studi Kasus di DIY. Webinar ini dilaksanakan pada Kamis 25 Juni 2020, yang merupakan webinar tahap kedua untuk penyampaian hasil sementara penelitian ini. Narasumber yang hadir kali ini adalah Yos Hendra SE., MM., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI.

Penelitian ini diharapkan mampu menganalisis permasalahan terkait logistik medis yang ada di DIY. Analisis ini nantinya akan menjadi salah satu bahan untuk menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah D.I. Yogyakarta untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di wilayah DIY.

Dalam paparannya, Yos menyampaikan kondisi saat ini di DIY, hingga 24 Juni 2020 jumlah pasien positif COVID-19 secara akumulasi mengalami kenaikan. Tapi seiring kenaikan jumlah pasien, jumlah pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan. Sehingga tren yang terjadi mulai dari pertengahan Mei 2020 sampai dengan saat ini jumlah pasien positif COVID-19 yang dalam perawatan mengalami penurunan.

Penurunan ini bukan berarti pengelolaan logistik medis khususnya untuk COVID-19 dapat dilonggarkan. Antisipasi tetap perlu dilakukan karena kita tidak tahu kondisi ke depannya. Jangan sampai kejadian kelangkaan logistik pada awal – awal pandemi COVID-19 ini terjadi kembali.

Narasumber menyampaikan hasil sementara wawancara kepada beberapa responden penelitian. Point penting hasil temuan dalam wawancara tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Tidak ada permasalahan terkait fasilitas pendukung logistik medis & transportasi.
  2. Persediaan logistik medis secara garis besar saat ini sudah terpenuhi dan dapat dipergunakan untuk 3 – 5 bulan ke depan. Akan tetapi, masih ada beberapa logistik medis berupa APD yang hanya tersedia dalam jumlah terbatas yakni masker N95.
  3. Pasokan logistik medis pada awal-awal terjadinya pandemi mengalami ketertundaan. Seiring berjalannya waktu sudah dapat terpenuhi dengan baik. Sumber – sumber pasokan logistik saat ini banyak dari donasi dari berbagai organisasi maupun individu.
  4. Sistem informasi logistik medis belum dapat mendukung distribusi logistik medis dengan baik. Pelaporan saat ini masih menggunakan manual dan adanya pengulangan pelaporan yang menyebabkan ketidakefektifan proses pelaporan.
  5. Harga pada saat awal pandemi COVID-19 terjadi mengalami kenaikan yang tinggi, namun saat ini sudah mendekati harga normal. Hal ini seiring dengan makin banyaknya ketersediaan logistik medis di pasaran.

Sesi Diskusi

Dalam webinar ini didiskusikan permasalahan pengelolaan logistik medis selama pandemi COVID-19 ini apakah mengalami perubahan dengan sebelum terjadinya COVID-19? Secara garis besar pengelolaan logistik secara internal di fasilitas kesehatan tidak mengalami perubahan. Perubahan hanya pada penambahan pada pelaporan terkait penerimaan logistik medis yang diterima.

Masalah yang sering ditemui fasilitas kesehatan dengan banyaknya jumlah donasi yang diterima adalah kesulitan untuk menilai besaran donasi tersebut. Padahal besaran donasi ini penting dalam proses pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan. Hal ini dikarenakan dalam penyampaian donasi berupa barang banyak donatur yang tidak memberikan nilai nominal dari donasi tersebut.

Penutup

Dalam sesi penutup, disampaikan bahwasanya webinar kali ini merupakan penyampaian hasil sementara penelitian. Pada webinar berikutnya akan disampaikan hasil final dari penelitian Efektivitas Manajemen Logistik dan Rantai Pasokan Kesehatan di Era COVID-19 Studi Kasus di DIY.

Reporter: Barkah Prasetyo (PKMK)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments