Reportase Zoom Meeting  HASIL SEMENTARA PENELITIAN PAYUNG KESIAPAN SISTEM KESEHATAN DAERAH MENGHADAPI LONJAKAN PASIEN COVID-19 (STUDI KASUS DIY DAN DKI)

Reportase Zoom Meeting HASIL SEMENTARA PENELITIAN PAYUNG KESIAPAN SISTEM KESEHATAN DAERAH MENGHADAPI LONJAKAN PASIEN COVID-19 (STUDI KASUS DIY DAN DKI)

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

Pengantar

Serial diskusi terkait surge capacity yang diselenggarakan melalui zoom meeting kembali dilaksanakan pada Jumat 12 juni 2020. Kesempatan kali ini Putu Eka Andayani, M.Kes sebagai ketua tim peneliti menyampaikan hasil sementara penelitian payung studi kasus di DIY dan DKI Jakarta. Hasil sementara yang disampaikan masih berfokus pada DIY, terdapat kendala pengumpulan data primer (wawancara) untuk DKI Jakarta.

Pemaparan Hasil Sementara Penelitian

Putu Eka menyampaikan bahwa penelitian ini adalah penelitian dokumentasi, yaitu melihat sejauh mana dan apa saja yang sudah disiapkan pemerintah daerah dan rumah sakit dalam menghadapi kemungkinan lonjakan pasien COVID-19. Di beberapa negar,a lonjakan tidak bisa dihindari, tentunya terkait dengan kebijakan dan perilaku masyarakat itu sendiri. Hasil penelitian sementara ini disajikan sesuai dengan kerangka konsep penelitian, yaitu menggunakan konsep 4S pada surge capacity. Hasil dokumentasi ini nantinya akan menjadi dasar untuk menyusun skenario apa yang mungkin terjadi.

Dari 4S kerangka yang menjadi dasar salah satunya adalah mengenai sistem. Kebijakan, pedoman dan prosedur rumah sakit yang dijalankan tentunya ada perbedaan dibandingkan saat kondisi normal. Juga sistem pembiayaan ada relokasi anggaran yang dilakukan di level provinsi, kabupaten/kota dan rumah sakit. Putu Eka menegaskan bahwa yang menjadi tantangan rumah sakit dalam menghadapi COVID-19 antara lain keterbatasan sarana prasarana, SDM, dan Pendapatan rumah sakit pasien menurun akibat menurunnya kunjungan pasien non COVID.

Sesi Diskusi

Dalam penanganan COVID di daerah, stakeholder saling bersinergi. Putu Eka mengatakan bahwa dalam pengawasan ODP dilakukan oleh beberapa pihak, diantaranya Puskesmas, Babinsa, Babinkamtibmas, dan tokoh masyarakat. Koordinasi tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan rumah sakit dilakukan menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh Dinas Kominfo DIY (CMS) dan WhatsApp Group. Terkait PSBB, DIY tidak melakukannya, namun ada pengaturan sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), siswa belajar di rumah, bahkan sampai dengan pengawasan pada kendaraan masuk pada area perbatasan DIY untuk menekan jumlah pemudik masuk.

Penutup

Pada akhir diskusi, Sugianto mengusulkan bahwa dalam kerangka konsep 4S dibuat sedetil mungkin, juga harus dipelajari untuk dibandingkan di daerah lain. Putu Eka menyambut, bahwa penelitian ini adalah penelitian dokumentasi, bisa saja dibandingkan dengan daerah lain, namun situasinya berbeda. Hal yang sudah dilakukan di DIY untuk mengatasi apa yang terjadi sekarang dan rencana antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah DIY dan kabupaten/kota dalam mengambil kebijakan
Hasil diskusi ini akan ditindaklanjuti dalam proses penelitian selanjutnya yaitu analisis data lebih lanjut serta penulisan skenario dan rekomendasi. Hasil akhir penelitian akan segera dipresentasikan pada zoom meeting mendatang. Materi presentasi dapat diunduh disini. (Reporter: Husniawan/ PKMK)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments