Reportase Zoom Meeting Serial Penelitian Surge Capacity: Pemetaan Ekosistem Teknologi Informasi Untuk Membantu Penanganan Covid-19 Di Daerah Istimewa Yogyakarta

Reportase Zoom Meeting Serial Penelitian Surge Capacity: Pemetaan Ekosistem Teknologi Informasi Untuk Membantu Penanganan Covid-19 Di Daerah Istimewa Yogyakarta

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

PKMK – Jogja. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan  Keperawatan (PKMK FK – KMK UGM) pada Kamis, 11 Juni 2020 pukul 13.00 – 15.00 WIB menyelenggarakan rangkaian webinar surge capacity dengan topik pemetaan ekosistem teknologi informasi untuk membantu penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui zoom meeting yang diikuti oleh 34 partisipan. Webinar ini bertujuan mengidentifikasi lanskap – lanskap teknologi  untuk  membantu penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Webinar ini terlaksana atas kolaborasi PKMK FK-KMK UGM dengan Knowledge Sector Initiative (KSI), dimoderatori oleh Tri Aktariyani, SH., MH., dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Insan Rekso Adiwibowo, M.Sc selaku peneliti PKMK FK-KMK UGM dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D selaku Dosen FK-KMK UGM.

Pada sesi pertama, Insan Rekso Adiwibowo, M.Sc memaparkan hasil sementara penelitian mengenai ekosistem teknologi digital pada masa COVID-19 di DIY. Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya bermunculan teknologi informasi mengenai COVID-19 yang tidak terkoordinasi satu sama lain sehingga perlu dilakukan identifikasi bagaimana keefektifan pemanfaatan teknologi informasi saat COVID-19. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya hambatan yaitu keterbatasan sumber daya sehingga dibutuhkan adanya kemitraan dikarenakan sistem yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan COVID-19 memiliki cakupan luas. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kapasitas dan kemampuan, diharapkan dapat mengisi kekurangan sistem  yang ada sehingga penanganan COVID-19 dapat berjalan dengan baik dari segi teknologi informasi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat menjadi landasan yang baik bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengevaluasi pola koordinasi yang telah berjalan serta menghimpun dan membangun kerjasama pemerintah dan swasta untuk memperluas cakupan perangkat bantu dalam penanganan COVID-19. Sejauh ini, peneliti PKMK UGM telah melakukan pemetaan lanskap inisiatif teknologi informasi pendukung di DIY yang diperoleh dari analisis dokumentasi yang dilakukan selama 2 bulan. Hasil sementara yang teridentifikasi dalam ekosistem teknologi informasi terkait COVID-19 dikategorikan menjadi 6 macam teknologi informasi yaitu 1) notifikasi kasus, 2) deteksi kasus, 3) monitoring, 4) supply-chain medis, 5) telemedicine (pengobatan jarak jauh, 6) kerjasama sosial (filantropi dan peer-to-peer). Ekosistem teknologi informasi dalam penanganan COVID-19 masih terjadi  fragmentasi dalam hal notifikasi kasus yaitu sumber data pemerintah tidak sama, tidak ada informasi seberapa akurat data yang diperoleh untuk meningkatkan kewaspadaan masayarakat,  sumber data terpusat di pemerintah dan hampir semua website tidak menyediakan fitur pengunduhan dalam bentuk spreadsheet dan DIY belum memiliki platform kerjasama terintegrasi sehingga pertukaran data belum berjalan dengan maksimal.

Melanjutkan narasumber pertama, dr. Lutfan Lazuardi, Ph.D memaparkan studi kasus dari China terkait penggunaan teknologi informasi dalam penanggulangan COVID-19 yang dikembangkan dalam suatu framework. Berdasarkan framework yang telah dikembangkan diketahui bahwa masyarakat di China tidak banyak inisiatif dalam penanganan COVID-19 dan sistem yang dipakai adalah sistem sentralistik data. Kelebihan yang diperoleh dari sistem sentralistik data adalah adanya satu sumber informasi yang digunakan untuk bersama dan pelaporan terstandarisasi, akan tetapi masing – masing departemen tidak dapat membuat aplikasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan, hanya bisa bergantung dari inisiatif level atas. Berbeda halnya dengan Indonesia yang menganut sistem desentralistik data. Dari studi kasus tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran dalam menetapkan strategi yang efektif untuk penanganan COVID-19 di Indonesia dari segi penerapan teknologi informasi.

Pembahasan Diksusi

Mengintegrasikan enam macam kategori teknologi informasi yang teridentifikasi ke dalam satu sistem untuk mengkomprehensifkan penanganan COVID-19  tidaklah mudah, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pemerintah dan beberapa fungsi yang ada harus dipisahkan. Masyarakat harus menerima satu sumber data yang lengkap. Jika masyarakat dihadapkan dengan berbagai informasi yang berbeda – beda, maka dapat menimbulkan kepanikan dan kebingungan di masyarakat.

What Next?

Hari ini adalah pertemuan kedua yang membahas penelitian surge capacity dengan topik pemetaan ekosistem teknologi informasi untuk membantu penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akan ada pertemuan – pertemuan berikutnya yang membahas terkait ekosistem teknologi infomasi.

  • Pertemuan ketiga : Mempresentasikan hasil sementara tahap II
    Senin, 22 Juni 2020, Pukul 13.00 – 15.00 WIB
  • Pertemuan keempat : Mempresentasikan hasil final
    Rabu, 1 Juli 2020, Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Reporter : Siti Nurfadilah H./PKMK FK-KMK UGM


Video Rekaman

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments