Reportase Webinar Isu Strategis Covid-19 : How Covid-19 Testing In Indonesia Can Balance Virus Containment and Economic Impact

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

The World Bank – Jakarta. Dihadapkan dengan tantangan besar dalam penanganan pandemic COVID-19, Indonesia mengambil beberapa langkah pengendalian. Indonesia harus menghadapi “pertukaran” penting, dimana apabila tindakan pengendalian dilakukan lebih lama dengan cakupan yang jauh lebih besar maka dapat menyebabkan penurunan ekonomi hingga terjadi resesi. Seperti yang terjadi pada negara lain, tindakan yang kuat dalam pengendalian hanya didasari pada informasi yang terbatas mengenai penyakit ini. Dibutuhkan perbaikan yang cepat dalam kapasitas serta teknologi untuk pemeriksaan agar dapat membantu negara – negara tersebut untuk mengatasi kesenjangan informasi.

Acara yang dipimpin serta dibuka oleh Satu Kahkonen selaku Worldbank Country Director, Indonesia/Chair. Satu mengemukakan isu terkait tindakan pengendalian yang dilakukan Indonesia dalam hal pemeriksaan untuk deteksi COVID-19, serta kemungkinan dampaknya terhadap ekonomi negara ini. Panelis pertama Jed Friedman (Senior Economist, Development Research Group of Worldbank) dan Aaditya Matto (Chief Economist, East Asia & Pasific, Worldbank) berkolaborasi memaparkan dua jenis pemeriksaan yang dapat membantu pemerintah untuk menekan biaya selama pandemi COVID-19 berlangsung. Pertama adalah pemeriksaan PCR yang dapat mengidentifikasi orang yang terinfeksi dengan memeriksa virus yang hidup dalam subjek, dapat digunakan untuk melakukan pelacakan kontak, dan isolasi pada tahap awal penyakit. Pemeriksaan yang kedua adalah Antibodi Test berguna untuk memeriksa imunitas yang didapatkan setelah terinfeksi virus, dengan melihat antibodi spesifik untuk COVID-19. Pemeriksaan ini dilaksanakan untuk menilai tingkat imunitas suatu populasi atau sub grup untuk menetapkan isolasi sosial yang sesuai dan mengatur sumber daya kesehatan yang diperlukan. Aaditya Matto menambahkan apakah mungkin Indonesia mampu membangun kapasitas pemeriksaan yang besar dalam waktu singkat, karena PCR bagian kritis dalam diagnosis COVID-19.

Pemaparan selanjutnya oleh David Wilson (TBC) (Program Director, Health, Nutrition and Population, Worldbank) menekankan pada kapasitas pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Indonesia terutama tes PCR, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia telah memiliki alat Gene Expert untuk pemeriksaan TBC yang dapat digunakan untuk COVID-19 dengan mengganti Cartridge yang sesuai dan alat ini 100% reliable. Berkaca dari negara – negara yang mampu mengatasi COVID-19, mereka memiliki kapasitas pemeriksaan yang baik dalam hal pemeriksaan hingga penanganan.

Pembahas kali ini dihadirkan Amin Subandrio (Director Of Eijkman Institutes Indonesia) yang membahas pemanfaatan tes antibodi untuk warga di Jakarta dengan estimasi sekitar 5 juta orang yang akan keluar masuk Jakarta, serta dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan menanti penurunan kurva kasus COVID-19, hingga posibilitas terjadinya second wave dengan adanya arus mudik dan arus balik.

Iwan Ariawan (School of Public Health, Universitas Indonesia) selaku peneliti, menanggapi efektivitas penerapan PSBB di beberapa kota di Indonesia masih belum mendapatkan variabel pengukuran yang tepat. “Pertanyaannya, apakah penurunan kurva pada daerah PSBB karena kapasitas pemeriksaan yang menurun? Atau karena sampel pemeriksaan yang menurun? Atau memang benar kasus positifnya menurun?” lebih lanjut diungkapkan bahwa belum ada ukuran “sukses PSBB” angka yang tepat menilai kesuksesan pelaksanaan PSBB tersebut.

Pembahas terakhir Juliette Morgan (Country Director, Indonesia CDC Office) menekankan pada pentingnya dilakukan pemeriksaan massal dalam hal ini PCR untuk menilai kondisi yang nyata di lapangan termasuk angka Case Fatality Rate (CFR) yang valid, dengan tes massal akan banyak data yang didapat dan dibutukan untuk keperluan pengambilan keputusan penanganan COVID-19. Lebih lanjut, Juliette Morgan mengungkapkan bahwa Indonesia harus mampu meningkatkan leadership dan koordinasi yang kuat untuk dapat membuat tes ini dilakukan dengan kapasitas besar dalam waktu yang singkat, Indonesia memiliki teknik pelacakan kontak yang baik hingga di level terbawah akan lebih baik diikuti dengan tes yang sesuai.

Reporter : Wina Marlin

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments