Reportase Webinar Isu Strategis : Learning Organization Dalam Pandemi Covid-19

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

PKMK-Yogya. Pada 11 Mei 2020 digelar webinar isu strategis yang membahas learning organization dalam pandemi COVID-19 . COVID-19 merupakan penyakit yang baru dikenal 3 bulan lalu di Indonesia. Untuk meningkatkan efektivitas lembaga dalam mencegah pandemi COVID-19 selama 2 bulan terakhir, Forum Manajemen COVID-19 telah menyelenggarakan banyak pembahasan berdasarkan pengetahuan terbatas. Saat ini sudah saatnya untuk memperkuat lembaga – lembaga dan organisasi dalam mengelola pengetahuan tentang COVID-19 menggunakan langkah- langkah operasional yang ada di Learning Organization.

Acara yang moderatori oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD (Ketua Minat SIMKES Prodi IKM FK-KMK UGM) bertujuan untuk membahas prinsip – prinsip Learning Organization dan penerapannya dalam pandemi COVID-19, membahas situasi lembaga – lembaga kesehatan: RS, dinkes/unit – unit kemenkes/perguruan tinggi kesehatan dalam mengelola pengetahuan berbasis pendekatan Learning Organization, dan mengembangkan langkah – langkah praktis untuk menuju Learning Organization di masa COVID-19 dengan memanfaatkan Forum Manajemen COVID-19.

Membuka diskusi Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD (Kepala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM) menyampaikan COVID-19 hal baru dan membuat kita tergagap – gagap dalam menghadapinya, sehingga perlu pengetahuan untuk memperkuat respon penanganan yang berujung pada langkah operasional. Learning organizational menjadi hal penting agar dapat memberikan social impact yang nyata dalam konteks pandemi COVID-19, dan bagaimana pimpinan lembaga harus memahami konsep ini agar menginisiasi pembelajaran dari staf atau individu yang ada di organisasinya agar lembaga/organisasinya memiliki pengetahuan yang baik sehingga tidak gagap dalam memberikan respon terhadap kondisi yang berlangsung. Dipaparkan pula mengenai konsep “The New Normal” yang terjadi saat pandemi COVID-19.

Selaku pembahas dr. Achmad Soebagio Tancarino MARS dari Badan PPSDM Kementerian Kesehatan memaparkan Learning Organization dalam ASN telah dikembangkan oleh LAN-RI dalam bentuk knowledge management berupa program Aparatur Sipil Negera Corporate University. Program ini seharusnya berlaku untuk semua ASN dari pusat hingga pemerintah daerah yang hasil akhirnya meningkatkan manajemen organisasi. Knowledge Management bertujuan memberikan informasi yang cepat, reliably berbasis bukti untuk menjawab pertanyaan mengenai tindak lanjut/ respon dalam masa pandemi.

Dr. dr. Brian Sri Prahastuti MPH perwakilan Kantor Staf Presiden turut membahas Learning Organization dimasa pandemi COVID-19. Brian memaparkan bahwa di tengah pandemi ini tidak bisa dibatasi hanya pada lembaga kesehatan, tapi juga lembaga bencana seperti BNPB dan lemabga sosial seperti RT/RW yang mana COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga global. Kata kunci untuk memulai Learning Organization adalah inisiatif, leadership, teamwork, konsistensi, transparansi, dan koordinasi dalam melakukan respon yang bertujuan problem solving.

Riskyana dari Promkes Kementrian Kesehatan selaku peserta menyatakan dilembaganya konsep Learning Organization sudah dimulai dimasa pandemi COVID-19 yang diterapkan terutama pada tenaga teknis melekat pada jabatan fungsional serta mengubah pembelajaran tidak hanya pada akibat seperti kejadian bencana, namun belajar dari sebab-akibat sebagai respon pembelajaran terhadap COVID-19. Reporter: Wina Marlin


Catatan dari pengampu web manajemencovid.net (Prof. Laksono):

Berikut ini beberapa hasil penting pertemuan Monitoring ke 7, Senin 11 Mei pukul 13.00 – 15.00 tentang Learning Organization di Pandemik Covid19.

  1. Pendekatan Learning Organization (LO) dimana pembelajaran bukan hanya berhenti pada pengetahuan perorangan, melainkan juga sampai ke organisasi sudah dilakukan oleh LAN sejak 2018. Akan tetapi hasilnya belum maksimal, sehingga perlu re-aktivasi untuk ASN saat pandemi COVID-19 ini. Lembaga swasta juga perlu untuk menerapkannya.
  2. Pendekatan LO dan pembelajaran organisasi ini membutuhkan leadership kuat para pimpinan lembaga. Tanpa leadership kuat, para pembelajar perorangan tidak dapat bersinergi untuk mengembangkan lembaganya.
  3. Dalam pandemi COVID-19 ini risiko yang dihadapi karena tidak adanya pembelajaran lembaga adalah kegagalan organisasi sehingga dapat terjadi kematian staf, kehilangan fungsi di masyarakat, atau lembaga dapat terlikuidasi. Dampak akhirnya dapat terjadi malapetaka besar di masyarakat.
  4. Untuk ke depannya, Forum Manajemen COVID-19 akan menggunakan perspektif pembelajaran kelembagaan dan Learning Organization untuk kegiatan – kegiatannya. Pembelajaran dilakukan dalam level organisasi, yang spesifik misal untuk RS, dinkes, fakultas – fakultas kedokteran/ kesmas , dan sebagainya.
  5. Pesan bahwa Manajemen Pengetahuan melalui pendekatan Learning Organization yang harus dilakukan lembaga – lembaga, sudah tersampaikan ke para peserta webinar. Hal ini didukung hasil angket pasca diskusi.

Follow Up kegiatan:

Untuk minggu depan, pembahasan Knowledge Management dalam Forum Manajemen COVID-19 akan dimulai dengan:

  • Pembahasan pengembangan langkah – langkah operasional dengan prinsip Learning Organization untuk rumah sakit dan dinas kesehatan (sesi terpisah).
  • Pemahaman akan dinamika proses kebijakan pemerintah (hasil paparan analisis regulasi pemerintah).

Kami mengharapkan partisipasi para pengguna Forum Manajemen Covid-19 di kegiatan – kegiatan selanjutnya.


Lihat Hasil Survei Angket Video Rekaman Unduh Materi

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments