Reportase Webinar Proposal Penelitian Efektivitas Logistik Dan Rantai Pasokan Kesehatan di Pemerintah Provinsi DIY

Pengambil Kebijakan

PKMK – Yogya (28 April 2020). PKMK FK – KMK UGM mengadakan serial proposal penelitian surge capacity wilayah DIY dan DKI Jakarta. Pada Selasa 28 April 2020, diadakan webinar membahas proposal penelitian terkait logistik ketika terjadi surge capacity di wilayah DIY. Proposal penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung Surge Capacity di wilayah DIY dan DKI Jakarta. Narasumber webinar proposal penelitian ini adalah Yos Hendra SE.MM., M.Ec.Dev., Ak. CA., MAPPI yang merupakan konsultan di PKMK  UGM.

Yos menyampaikan latar belakang penelitian ini adalah adanya tidak meratanya distribusi logistik medis  saat ini, yang menyebabkan suatu rumah sakit mengalami penumpukan logistik medis sementara ada rumah sakit lain yang kekurangan. Pada masa surge  terjadi logistik merupakan unsur penting yang harus siap untuk memenuhi kebutuhan logistik medis terutama dalam menangani pasien COVID-19  ini. Secara sekilas logistik medis di Yogyakarta belum menampakkan bentuk koordinasi yang baik dan jelas sehingga perlu adanya suatu pengkajian, apakah sistem supply chain di wilayah DI Yogyakarta saat ini sudah efektif dilaksanakan?.

Yos menyampaikan model logistik Chopra dan Meindl (2016), akan menjadi kerangka acuan efektivitas logistik dalam penelitian ini. Dalam model yang diacu ini, ada peran dari warehouse yang akan menjadi jembatan informasi antara pemasok dengan penerima bantuan (dalam hal ini rumah sakit) mengenai kondisi logistik dan kebutuhan logistik, sehingga distribusi dapat diatur dengan baik

Sesi diskusi dalam webinar ini banyak masukan dari peserta yang antusias untuk ikut andil dalam pengembangan model penelitian yang akan dilakukan, sehingga nantinya penelitian ini dapat memberikan masukan kepada stakeholders dengan lebih tepat. Beberapa usulan disampaikan oleh peserta antara lain dari Agus Suwandono yang menyampaikan perlu untuk memperluas lingkup penelitian. Sistem logistik yang diteliti sebaiknya tidak hanya melihat dari sisi logistik medis di rumah sakit saja, akan tetapi juga melihat logistik di FKTP (klinik dan puskesmas), KKP, dan laboratorium non rumah sakit.

Isu yang diangkat dalam diskusi ini juga menyangkut masalah kualitas logistik medis terutama APD. Banyak sumbangan yang tidak memenuhi standar kualitas, misalkan masker N95 yang disumbangkan merupakan masker N95 untuk pekerja teknisi bukan untuk keperluan medis. Banyak APD seperti coverall yang dibuat oleh masyarakat umum yang ternyata ketika dilakukan pengetesan tidak memenuhi standar APD untuk tenaga medis. Belum lagi permasalahan teknis seputar pelaporan donasi yang diterima oleh rumah sakit, yang dirasa sulit sistem administrasinya.

Di sisi provider swasta, Fajarudin Sihombing menyampaikan bahwa rumah sakit swasta menghadapi kendala yang lebih berat dibandingkan dengan rumah sakit pemerintah. Meskipun bukan rumah sakit rujukan COVID-19, rumah sakit swasta menjadi salah satu pintu bagi pasien COVID-19 untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Untuk itu, dalam pelayanannya RS swasta juga membutuhkan logistik medis yang sesuai dengan standar keamanan dalam melayani pasien, terutama yang memiliki indikasi ke arah COVID-19. Fajarudin menyampaikan bahwa sektor swasta juga perlu untuk dilibatkan menjadi bagian dalam struktur tim penanganan COVID-19 ini.

Dalam diskusi ini hal yang menarik lainnya adalah adanya ketertarikan berbagai pihak untuk bekerjasama dalam penelitian ini. Baik yang ingin mengembangkan penelitian serupa di daerahnya maupun ikut serta dalam kolaborasi langsung dalam penelitian ini.  Penelitian ini didorong untuk berkolaborasi dengan Balitbangkes Kemenkes agar dapat segera untuk dilakukan di banyak daerah, sehingga bisa menjadi bahan masukan bagi para stakeholder dalam mengambil kebijakan terkait dengan logistik medis di masa pandemi COVID-19 ini, terutama untuk mengantisipasi terjadinya surge capacity.

Reporter: Barkah Wahyu (PKMK UGM)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments