Reportase Webinar Kolaborasi Penatalaksanaan Nutrisi Covid-19 Secara Komprehensif

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

PKMK – Yogya (28 April 2020). PERSI bekerjasama dengan PP – PDGKI telah diskusi melalui webinar dengan topik “PENATALAKSANAAN NUTRISI COVID-19 SECARA KOMPREHENSIF” dan Launching Buku ”PANDUAN PRAKTIS PENATALAKSANAAN NUTRISI”. Acara berlangsung pada Rabu (29/4/2020) pukul 10.00 – 12.00 WIB melalui webinar.

Diskusi menghadirkan narasumber dan pembahas yang terdiri dari praktisi, akademisi dan perwakilan pemerintahan. Prof. Dr. Abdul Kadir, SpTHT-KL(K), PhD, MARS – Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI; Prof DR Dr Haerani Rasyid SpPD, KGH, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinik di RSUP Dr.  Wahidin Sudirohusodo dan RSP – UNHAS; Dr Ingka Nilawardani, M.Gizi, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinik di RS Pelni Jakarta; DR. Dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK(K) – Departemen Ilmu Gizi UI; Dr. Niken Puruhita, M.Med,Sc,SpGK(K) – KSM Gizi Klinik UNDIP; Dr Sentot Handoko M.Kes SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinik di RS EMC Sentul, Bogor. Moderator Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK (K) – Ketua Umum PP – PDGKI.

Penatalaksanaan nutrisi pasien COVID-19 diberikan oleh spesialis gizi klinik (SpGK). Saat ini terdapat 358 SpGK, angka ini belum memenuhi kebutuhan 668 RS Rujukan COVID-19. Pemerintah memanfaatkan tenaga residen senior untuk mencukupi kebutuhan SpGK, namun tanggung jawab tetap di DPJP.

Prinsip penatalaksanaan klinis COVID-19 yaitu: deteksi dini, isolasi diri atau di rumah sakit, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi kebersihan tangan, penggunaan masker dan menjaga kesehatan dengan makan makanan menu seimbang dan bergizi, istirahat cukup, olahraga; control penyakit komorbid; terapi simtomatis dan suportif; dan terapi antivirus.

Alur pemberian nutrisi pada pasien COVID-19 dimulai dengan asesmen gizi, setiap pasien yang masuk ke rumah sakit kemudian harus ditentukan perencanaan terapi gizi, termasuk pemilihan jalur pemberian nutrisi. Pada pasien dengan status gastrointestinal fungsional dan tidak ada gangguan menelan diberikan nutrisi peroral. Pasien dengan status gastrointestinal fungsional namun mengalami kondisi kesulitan mengunyah/menelan (disfagia), sangat sesak, kondisi sakit berat atau kritis dan kesadaran menurun maka pemberian nutrisi enteral melalui pipa nasogastrik. Pasien dengan gangguan saluran cerna seperti obstruksi, ileus, atau diare berat diberikan nutrisi parenteral, jika jangka panjang >2 minggu diberikan melalui vena sentral, kurang dari 2 minggu diberikan melalui vena perifer. Monitoring asupan dilakukan setiap hari untuk menilai adekuat tidaknya pemberian terapi gizi, khususnya pada pasien yang diberikan nutrisi peroral. Jika didapatkan asupan tidak adekuat dalam 3 kali 24 jam, maka dapat diberikan tambahan nutrisi parenteral (Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia).

Terapi medik gizi penyakit kritis COVID-19 dilakukan dengan cara membatasi paparan dengan pasien, meminimalkan paparan aerosol, pemakaian alat pelindung diri dan hemat APD. Namun muncul permasalahan pada pasien usia lanjut dan polimorbid, ada kegagalan sirkulasi, kegagalan multi organ, sindrom pelepasan sitokin dan ARDS berat. Sedangkan terapi medik gizi pasien COVID-19 sakit berat dengan ventilator dapat dilihat pada gambar berikut:

Reporter: Eva Tirtabayu Hasri (PKMK UGM)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments