Logistik Dalam Incident Command System (ICS) Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit

Pengambil Kebijakan

Laporan Free Online Workshop
ANGKATAN III

Logistik Dalam Incident Command System (ICS) Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit

Selasa – Kamis/ 28 – 30 April 2020

Diselenggarakan oleh :
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK- K MK UGM
bekerja sama dengan Badan PPSDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan


Materi hari ketiga seri ketiga ini adalah diskusi tentang penugasan logistik dalam ICS di rumah sakit dengan narasumber Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt (FK – KMK UGM) dan Sri Purwaningsih, Skep, NERS, Msc (Komite PPI RSUP dr Sardjito Yogyakarta) dengan moderator Happy Pangaribuan SKM, MPH. Dari hasil penugasan yang sudah dibuat dipilih 4 Rumah Sakit untuk dibahas yaitu: a) RS Awal Bros batam; b) RSUD Kabupaten Jombang; c) RSUD Waled Kota Cirebon dan d) RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara.


RS Awal Bros Batam

RS Awal Bros Batam mempunyai kapasitas 212 tempat tidur (TT), BOR sebesar 42,94%, dilengkapi dengan 10 ICU dan 7 ventilator.  Sumber daya manusia RS meliputi 112 dokter, 232 perawat, 14 laboran dan 3 ambulans. Populasi yang dilayani RS Awal Bros sekitar 50.000 jiwa yang berada di Kecataman Lubuk Baja. Berkaitan dengan pandemi COVID-19 jumlah ODP yang dilayani sebanyak 137 orang, PDP sebanyak 31 orang dan tidak ada kasus konfirmasi positif serta 5 orang meninggal. Berdasarkan estimasi pada 5 minggu ke depan, jika tidak ada kegiatan pencegahan dan pengendalian yang baik, kasus yang ditangani RS Awal Bros Batam adalah 1.544 orang yang terdiri dari 1.235 kasus ringan, 232 kasus berat dan 77 kasus kritis yang memerlukan ventilator. Saat terjadi puncak kasus RS akan menangani 11 kasus dengan ventilator dan 116 kasus berat. Jika terjadi peak session maka RS kekurangan ruang ICU dengan ventilator.

Sumber logistik untuk bencana COVID-19 ada 2, yaitu internal yang berasal dari anggaran RS dan support dari RS yang dalam satu grup Awal bross, sedangkan sumber bantuan eksternal berasal dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, organisasi profesi IDI, LSM Buddha Tzu Chi, perusahaan yang bekerja sama dan individu. Luas gudang untuk logistik sekitar 40 m2.  Dari estimasi jumlah penduduk yang diampu sekitar 50.000 jiwa, diperkirakan 30% atau 15.000 orang mempunyai gejala klinis, dimana 100% bisa mengakses layanan kesehatan di RS Awal Bros Batam. Sekitar 2% (300 orang) dari 15.000 orang yang mempunyai gejala klinis, 200 diantaranya mendapatkan perawatan bangsal dan sisanya 100 orang perawatan intensif. Sisanya 14.700 orang melakukan karantina mandiri di rumah.

Kebutuhan APD dalam bencana COVID-19 bisa diperkirakan dengan menggunakan tools yang ada seperti dari kemenkes maupun WHO. Tools yang dipergunakan oleh RS Awal Bros batam dari WHO tahun 2007, meski berbeda dengan tools WHO Covid ESFT v1.2 namun yang paling penting bahwa RS harus bisa membuat estimasi kebutuhan logistik yang diharapkan bisa menjamin kelancaran pelayanan kesehatan. Dalam sesi tanya jawab, RS Awal Bros Batam menyatakan bahwa bantuan eksternal yang berasal dari LSM dan perusahaan sudah rutin diterima sebelum terjadi bencana COVID-19, karena RS memang telah menjalin dan membina kerjasama dengan berbagi pihak. Ditekankan oleh narasumber untuk selalu mendokumentasikan semua donasi baik dalam bentuk laporan maupun foto – foto.


RSUD Jombang

RSUD Jombang mempunyai kapasitas 519 tempat tidur (TT), BOR sebesar 54,56%, dilengkapi dengan 25 ICU tanpa NICU dan 8 ventilator.  Sumber daya manusia RS meliputi 71 dokter, 427 perawat, 28 laboran dan 3 ambulans yang terdiri dari 2 ambulans transportasi dan 1 ambulans 119 untuk melayani sekitar 1.268.504 jiwa yang berada di Kabupaten Jombang. Berkaitan dengan pandemi COVID-19 jumlah ODP yang dilayani sebanyak 28 orang, PDP sebanyak 8 orang dan 1 orang kasus konfirmasi positif serta 1 orang meninggal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jombang doubling rate berkisar 20 hari. Pada puncak kasus, RSUD Jombang  diperkirakan  merawat 22 pasien dengan perincian 14 kasus berat dan 8 orang kasus kritis yang membutuhkan ventilator. Jika ada pasien yang akan dirujuk, RSUD Jombang berkoordinasi dengan RS yang sudah ditunjuk Kemenkes yaitu RSUP dr Soetomo Surabaya, RS Unair, RSUS Sidoarjo dan RSUD Kabupaten Kediri.

Sumber logistik untuk bencana COVID-19 di RSUD Jombang ada 2 macam, yaitu sumber internal yang berasal dari anggaran BLUD RS, sedangkan sumber bantuan eksternal berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta bantuan donasi dari relawan/ individu. Luas gudang untuk logistik sekitar 80 m2.

Narasumber dari Komite PPI RS Sardjito menyampaikan bahwa RS harus mulai untuk berpikir tentang pengembangan pelayanan dengan penataan yang spesifik tidak hanya saat menghadapi bencana atau pandemi seperti COVID-19. Pembelajaran  saat pandemi bisa dimanfaatkan untuk peningkatan tata kelola RS saat situasi normal. Beberapa hal yang perlu dijadikan pembelajaran antara lain:

  1. Pasien bedah harus ada skrining lebih dahulu untuk menentukan jenis tindakan yang akan dilakukan
  2. Dibuat jalur transport pasien untuk membedakan pasien isolasi atau pasien biasa
  3. Pada pelayanan kebidanan perlu diperhatikan penempatan bagi bayi dan ibu post partum jika misalnya ibu positif COVID-19, rawat gabung bisa dilakukan jika ibu negatif COVID-19
  4. Harus diatur sistem rujukan pasien dengan RS di sekitarnya seperti dengan RSUD Kertosono, RSUD Nganjuk
  5. Pembagian APD harus mempertimbangkan zona wilayah dan jumlah tenaga kesehatan yang terlibat

RSUD Waled Kabupaten Cirebon

RSUD Waled Kabupaten Cirebon mempunyai kapasitas 290 tempat tidur (TT), BOR sebesar 59,09%, dilengkapi dengan 6 ICU, 4 PICU, 10 NICU dan 4 ventilator.  Sumber daya manusia RS meliputi 68 dokter, 328 perawat, 21 laboran dan 7 ambulans untuk melayani sekitar 2.067.196 jiwa yang berada di Kabupaten Cirebon. Berkaitan dengan pandemi COVID-19 jumlah ODP yang dilayani sebanyak 23 orang, PDP sebanyak 63 orang dan 1 orang kasus konfirmasi positif serta 8 orang meninggal dunia. Perkiraan kasus yang akan ditangani oleh RSUD Waled Kabupaten Cirebon adalah 509 orang, yang terdiri dari 407 kasus ringan, 76 kasus berat dan 6 kasus yang membutuhkan ventilator. Pada puncak kasus, RSUD Kabupaten Cirebon   diperkirakan  merawat 33 pasien dengan perincian 27 kasus berat dan 6 orang kasus kritis yang membutuhkan ventilator. Jika ada pasien yang akan dirujuk, RSUD Waled Kabupaten Cirebon berkoordinasi dengan RS yang sudah ditunjuk kemenkes yaitu RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Sumber logistik untuk bencana COVID-19 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon ada 2 macam, yaitu sumber internal yang berasal dari anggaran APBN dan APBD, sedangkan sumber bantuan eksternal berasal dari partai politik, alumni sekolah individu dan lain – lain. Luas gudang untuk logistik berkisar 250 m2.

Dalam diskusi narasumber mengingatkan tentang letak geografis Kabupaten Cirebon yang terletak di wilayah pantura yang terkenal dengan mobilitas yang tinggi, sehingga bisa jadi jumlah orang yang menjadi tanggung jawab pelayanan kesehatan tidak hanya berasal dari Kabupaten Cirebon. Kasus kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi perlu diwaspadai karena bisa jadi menjadi korban kecelakaan lalu lintas juga membawa COVID-19.

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi Hasil Penugasan RSUD Waled Cirebon”


RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara

RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara  mempunyai kapasitas 463 tempat tidur (TT), BOR sebesar 72%, dilengkapi dengan 9 ICU dan 10 ventilator. Sumber daya manusia RS meliputi 57 dokter, 411 perawat, 21 laboran dan 4 ambulans untuk melayani sekitar 1,1 juta jiwa yang berada di Kabupaten Jepara. Berkaitan dengan pandemi COVID-19 jumlah ODP yang dilayani sebanyak 82 orang, PDP sebanyak  18 orang dan tidak ada kasus konfirmasi positif serta 2 orang meninggal dunia. Perkiraan kasus yang akan ditangani RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara adalah 400 orang, yang terdiri dari 320 kasus ringan, 60 kasus berat dan 20 kasus yang membutuhkan ventilator. Pada puncak kasus, RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara  diperkirakan  merawat 28 pasien dengan perincian 19 kasus berat dan 9 orang kasus kritis yang membutuhkan ventilator. Jika ada pasien yang akan dirujuk, RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara  berkoordinasi dengan RS yang sudah ditunjuk kemenkes yaitu RSUD Kabupaten Kudus.

Sumber logistik untuk bencana COVID-19 di RSUD R.A. Kartini Kabupaten Jepara  ada 2 macam, yaitu sumber internal yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. anggaran APBN dan APBD, sedangkan sumber bantuan eksternal berasal dari banyak pihak , dan donasi yang diterima sampai saat ini berasal dari sekitar 70 sumber baik pribadi kelompok maupun swasta.  Luas gudang untuk logistik berkisar 29,5 m2.

Dalam diskusi diketahui bahwa RS Jepara yang merupakan rujukan COVID-19 level 2 untuk meningkat menjadi level 3 sulit karena adanya mekanisme sistem rujukan. Berkaitan dengan antisipasi lonjakan pasien COVID-19 RSUD kabupaten Jepara telah menambah SDM sebanyak 20 perawat dan 2 operator ambulans melalui rekruitmen internal. Untuk donasi dirasakan mencukupi, karena setiap hari selalu ada bantuan yang diberikan. berita acara penerimaan selalu dibuat oleh bagian humas termasuk distribusinya.

Narasumber juga menambahkan untuk memperhatikan penataan ruang isolasi, penyiapan ruangan pemakaian APD, pelepasan APD dan kamar mandi bagi tenmaga kesehatan setelah selesai menyelesaikan kegiatannya untuk menghindari terjadi infeksi dan penyebaran infeksi. Diingat juga untuk tidak mencampur pasien dengan komorbid penyakit tidak menular seperti DM jantung kanker dengan  pasien dengan komorbit penyakit menular seperti TB.

Menjawab pertanyaan RSUD Muntilan tentang ruang isolasi, narasumber mengingatkan untuk memperhatikan ventilasi, jarak antara tempat tidur, nutrisi tenaga kesehatan, jalur pasien, APD tenaga kesehatan serta selalu berkoordinasi dengan komite PPI RS dalam upaya menjaga kesehatan tenaga kesehatan dan mencegah terjadi penularan.

Materi dan Video Rekaman silahkan KLIK DISINI

Reporter : Primus Radixto Prabowo, SKM, M.Kes
Bapelkes Semarang

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments