Reportase Zoom Meeting Pembahasan Proposal Penelitian: Sistem IT wilayah untuk menghadapi COVID-19

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan

PKMK – Yogya. PKMK UGM mengadakan zoom meeting untuk membahas proposal penelitian COVID-19 pada Jumat (24/04). Adapun topik proposal penelitian tersebut ialah “Sistem IT wilayah untuk menghadapi COVID-19”. Narasumber dalam webinar ini ialah peneliti PKMK UGM Insan Adi Wibowo, S.Psi, MPH dengan pembahas Kepala Seksi Pelayanan Publik Diskominfo DIY Sayuri Ega dan Rony Primanto Hari. Beberapa ahli seperti Prof. Laksono Trisnantoro, M.Sc. PhD dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD juga turut mengikuti telekonferensi ini. Zoom meeting dilaksanakan sejak pukul 15.30-17.00 WIB ini dihadiri 35 orang peserta.

Selama ini PKMK UGM telah melakukan rangkaian webinar untuk menanggapi kasus COVID-19 yang tengah menjadi isu global. Penanganan COVID-19 banyak sekali di dukung oleh berbagai sektor. Lembaga maupun masyarakat secara swadaya turut serta membantu penanganan COVID-19.

Salah satu fokus diskusi PKMK UGM kali ini adalah pada bagaimana pemanfaatan dan peran TI dalam penanganan COVID-19. PKMK melihat upaya ini masih terkendala adanya keterbatasan sumber daya. Maka, sebagai salah satu rekomendasi atas kendala tersebut adalah adanya sinergitas kemitraan antar lembaga seperti pemerintah, akademisi/universitas, sektor bisnis, dan masyarakat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, PKMK UGM ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk 1) melakukan pemetaan lanskap inisiatif teknologi informasi pendukung COVID-19 di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta; 2) mengidentifikasi gap yang belum terjembatani antara usaha yang dilakukan pemerintah dan sektor swasta untuk membantu persiapan surge capacity rumah sakit;. Penelitian ini juga dapat mengisi gap dari inisiasi – inisiasi IT yang sudah ada. Sehingga tidak ada upaya ganda yang dilakukan dalam penanganan COVID-19. Dari siniliah pengembangan ke depan dapat dilakukuan seperti halnya pengembangan sistem IT untuk koordinasi dan pemetaan tempat tinggal nakes dan untuk isolasi. Adapun metode yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah skema landscape analysis. Tahap pertama, penelitian ini difokuskan untuk DIY.

“Berdasarkan pengalaman yang dilakukan di DIY, penanganan COVID-19  ini merupakan suatu hal yang baru yang tidak pernah terduga. Pertama yang dilakukan adalah untuk menyebarluaskan apa yang sedang terjadi dan bagaimana pemerintah melakuakn upaya mengatasi pandemik ini. penanganan ini ternyata tidak dapat dilakukan secara lokal akan tetapi  juga tersistem secara nasioal. Tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri harus ada sistem nasional. Sehingga pengembangan di tingkat daerah lebih efektif,” ujar Rony.

“Prinsip dari pemahaman kami begini, perkembangan hari per hari butuh penyesuaian besar bagi kami. Inisiasi dari Diskominfo adalah menyajikan informasi kepada masyarakat tentang informasi COVID-19. Di awal kita membangun https://corona.jogjaprov.go.id/. Kemudian mulai mengedukasi masyarakat untuk memfasilitasi kebutuhan. Fokus yang pertama adalah kebutuhan informasi masyarakat,” Ujar Sayuri Ega.

Selain itu Sayuri menambahkan, adapun inisiasi yang dilakukan oleh Diskominfo DIY adalah: 1) Menjalin kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk media untuk menyebarluaskan informasi terkait COVID-19. 2) Dalam bidang Kesehatan menselaraskan data dari kabupaten kota ke provinsi. 3) Corona monitoring system. 4) Disaster support system. “Dalam perkembangannya tantangan baru yang akan kita hadapai adalah adanya pemudik, untuk itu kita siapkan screening mandiri berbasis website maupun mobile. Keseluruhan data dari sistem teknologi informasi yang ada disajikan dalam dashboard eksekutif untuk Gubernur dan Wakil Gubernur dalam membantu pengambilan keputusan,”  tutup Sayuri Ega. Reporter: Fuad Wahyu (PKMK UGM)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments