Reportase Webinar dan Livestreaming Manifestasi Neurologis Terhadap Covid-19 dan Karantina Sebagai Pencegahan Penularan Covid-19

Klinisi Primer Klinisi Rujukan

Rabu – Kamis, 15 – 16 April 2020

Webinar mengenai bukti ilmiah tentang penanganan wabah pandemi COVID-19 kembali diselenggarakan oleh Cochrane Indonesia bekerja sama dengan PKMK FK – KMK UGM selama dua hari pada 15 – 16 April 2020.  Webinar pada Rabu, 15 April 2020 membahas topik manifestasi neurologis, dimana telah dilaporkan bahwa pasien COVID-19 menunjukkan gejala di luar keluhan pernafasan. Salah satunyanya adalah adanya gejala neurologis. Webinar tersebut membahas terkait hal tersebut dengan menelaah artikel penelitian yang telah dilakukan di Wuhan, China yang berjudul “Neurologic Manifestations of Hospitalized Patients With Coronavirus Disease 2019 in Wuhan, China yang dipaparkan oleh dr. Sekar Satiti, Sp.S(K) dan pembahas oleh Dr. Dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K).

Artikel tersebut menjelaskan bahwa gejala neurologis akan lebih terlihat pada pasien dengan infeksi berat seperti penyakit serebrovaskular, penurunan kesadaran, dan cedera otot rangka. Penurunan klinis yang cepat atau memburuk, dapat dikaitkan dengan kejadian neurologis seperti stroke pada pasien dengan COVID-19 yang berat. Virus SARS-CoV-2 ini dapat menginfeksi sistem saraf, otot rangka, dan saluran pernafasan. Artinya gejala neurologis bermanifestasi dalam proporsi yang nyata pada pasien dengan penyakit Coronavirus 2019.

Sehingga selama pandemi COVID-19 apabila ada pasien dengan sindrom pernafasan akut yang berat dengan gelaja neurologis, maka dapat dijadikan sebagai diagnosis diferensial untuk menghindari keterlambatan diagnosis atau kesalahan diagnosis dan kehilangan kesempatan untuk mengobati dan mencegah penularan.

Namun penelitian ini masih menggunakan data awal di Wuhan, China, sehingga diperlukan penelitian di kota maupun negara lainnya untuk menghindari bias dalam observasi klinis. Selain itu, keterbatasan pada ketersediaan data yang hanya berdasarkan pada rekam medis elektronik sehingga gejala neurologis ringan dan efek manifestasi neurologis pada hasil (pasien masih dirawat di rumah sakit selama studi) tidak dapat dinilai.

Webinar berikutnya pada Kamis, 16 April 2020 membahas pembatasan sosial dan karantina untuk mengurangi penularan virus SARS-CoV-2 dengan menelaah artikel ilmiah yang berjudul “Quarantine Alone or in Combination with other Public Health Measures to Control COVID-19: A Rapid Review” oleh dr. R. Detty Siti Nurdiati Z., Sp.OG(K), MPH, Ph.D dengan 2 pembahas yaitu Drs. Danardono, MPH, Ph.D dan Dr. Supriyati, S. Sos, M.Kes.

Artikel tersebut menjelaskan bahwa karantina merupakan tindakan preventif yang penting untuk pencegahan penularan akibat COVID-19 sehingga jumlah yang terinfeksi dan kematian dapat diturunkan. Selain itu, tindakan pencegahan lainnya seperti pencegahan personal pada setiap orang juga memliki efek yang besar dalam pengurangan jumlah penularan COVID-19.

Dr. Supriyati menyatakan bahwa suatu kebijakan harus dibersamai dengan kebijakan sosial lainnya, tidak mungkin hanya melakukan satu kebijakan/strategi saja, karena setiap kebijakan memiliki kekurangan.

Maka dari itu, selain karantina, tindakan pencegahan pada masyarakat penting untuk dilakukan, seperti yang sudah digalakkan sekarang ini seperti stay at home, physical distancing, menggunakan masker saat keluar rumah, menerapkan etika batuk dan bersin, pola hidup bersih dan sehat.

Artikel systematic review tersebut juga menunjukkan banyak studi pemodelan dalam pencegahan COVID-19 yang digunakan. Menurut Drs. Danardono bahwa studi pemodelan yang baik yaitu dapat dijadikan sebagai “what if’ pada proses pembuatan keputusan dan terjamin validitasnya.

Webinar yang diselenggarakan selama ini bertujuan untuk mengkaji informasi penelitian terkini tentang COVID-19, yang terus berkembang setiap saat. Kajian ini tidak ditujukan untuk memberikan rekomendasi keputusan medis namun, hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dalam pembuatan panduan pelayanan medis, yang dilakukan  oleh lembaga berwenang (Kementerian Kesehatan atau asosiasi profesi).

Reporter: dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc, PhD (Cochrane Indonesia)


Neurologic Manifestations of Coronavirus Disease 2019 by dr. Sekar Satiti, SpSK
Prev 1 of 1 Next
Prev 1 of 1 Next
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments