Laporan Webinar Pelatihan Kepemimpinan Dinas Kesehatan Dalam Mengelola Bencana Kesehatan

Pengambil Kebijakan

Hari II: Jumat, 24 April 2020

Workshop Rencana Kontingensi, Pengembangan Skenario dan Leadership dalam Pengendalian Bencana Kesehatan

Materi ini disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dan dr. Hendro Wartatmo, Sp.B, Sp.KBD dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM. Dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19, Incident Command System (ICS) diperlukan sebagai instrumen yang sangat penting untuk menggerakkan sumber daya yang ada di dalam sistem kesehatan wilayah. ICS sebagai konsep leadership, memerlukan networking, kesatuan komando dan pengembangan skenario sesuai dengan daerah masing – masing. Pada tahap pra bencana, Dinas Kesehatan menyiapkan rencana kontingensi atau Dinas Kesehatan Disaster Plan yaitu rencana kesiapan sesuai dengan pedoman NAHPS. Pada tahap kegawatdaruratan atau tanggap darurat bencana,

Dinas kesehatan menyiapkan rencana operasional. Jika telah sampai ke tahap bencana nasional, Dinas Kkesehatan dapat langsung mengaktifkan rencana operasional. Rencana kontingensi berisi tentang analisis risiko, pengembangan skenario, perencanaan kebijakan strategi dan penentuan kluster kesehatan. Rencana operasional berisi rencana kontingensi, pengorganisasian yang terdiri dari sistem komando (surveilans, perencanaan, logistik) dan koordinasi, tupoksi sesuai dengan masing – masing petugas, sistem surge capacity terkait dengan kebutuhan di daerah, respon medis, laboratorium, sistem rujukan dan prosedur untuk ancaman bencana spesifik. Hasil survei awal kondisi perencanaan bidang kesehatan di daerah menunjukkan bahwa 80% dinas kesehatan yang mengisi survei telah memiliki rencana kontingensi dan 100% dinas kesehatan telah memiliki rencana operasional untuk penanganan COVID-19. Masalah umum yang dihadapi oleh dinas kesehatan dalam waktu 1 bulan ini adalah sebagian masyarakat belum mematuhi himbauan pemerintah terkait dengan COVID-19, kesadaran masyarakat, dan ketersediaan serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di fasyankes.

Diskusi:

  1. Dinas Kesehatan Jawa Timur menghadapi permasalahan dalam antisipasi ketersediaan tenaga atau SDM, pelaksanaan karantina atau isolasi di desa dan komunikasi dalam memenuhi ketersediaan logistik. (1) Antisipasi ketersediaan tenaga ini dapat dilakukan dengan perekrutan tim relawan untuk membantu tim gugus tugas COVID-19. Perekrutan relawan medis dapat diberikan SIP/STR darurat sebagai bentuk kelayakan kompetensi yang dibutuhkan seperti merekrut dokter internship ataupun perawat dari sekolah tinggi kesehatan. Hal ini tentunya diatur dalam struktur perencanaan pengorganisasian dinas kesehatan (Rencana Kontingensi, Dinas Kesehatan Disaster Plan, Rencana Operasional). Dinas kesehatan dapat mengeluarkan seperti SK untuk memberikan wawenang dokter spesialis terutama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis paru untuk memberikan pelayanan medis ke berbagai rumah sakit. (2) Pelaksanaan karantina atau isolasi di desa belum dapat dilakukan secara optimal karena terkendala SDM dan waktu observasi yang cukup lama yaitu 10 – 14 hari. Menanggapi hal ini dapat mengoptimalkan peran puskesmas di desa dengan melibatkan stakeholder puskesmas pusat, puskesmas pembantu, desa siaga dan bidan siaga. Diperlukan planning yang disesuaikan dengan kondisi setempat dengan mendirikan RS Rujukan COVID-19 untuk menghindari karantina rumah yang tidak terkontrol. (3) Komunikasi dalam penyediaan logistik seperti alat kesehatan dapat dilakukan secara internal (dinas kesehatan dengan komandonya sendiri) dan eksternal (dinas kesehatan dengan sektor lain di daerah). Rekomendasi lain dapat menempatkan dinas kesehatan di bagian logistik sehingga dapat melihat ketepatan dan kesesuaian kebutuhan logistik yang diperlukan. Bidang Pusat Krisis (Koordinator Logistik di Pusat) memberikan arahan dalam memenuhi logistik selalu berdasar data estimasi kebutuhan dan khusus untuk di Ring Satu (langsung berhadapan dengan pasien COVID-19) kualitas dan standar logistik harus baik, sekarang ini pengadaannya masih dari Badan BNPB dan Pusat Krisis Kesehatan bertugas untuk mendistribusikan ke seluruh Indonesia.
  1. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan saat ini mencatat kasus positif C-19 yaitu 97 orang. Menghadapi adanya peningkatan kasus pada waktu puncaknya diperlukan penyusunan skenario yaitu untuk mengetahui kesiapan fasilitas kesehatan dengan angka lonjakan kasus nantinya. Badan Pusat Krisis membuat beberapa skenario perhitungan angka estimasi yaitu angka attack rate (angka serangan), dimana saat ini perhitungan attack rate Indonesia yaitu sebesar 3,6%. Perhitungan ini dibantu dari WHO dengan menggunakan tools yang sama di seluruh dunia untuk memperkirakan jumlah estimasi kasus. Selain itu, sangat diperlukan penyusunan rencana operasional dinas kesehatan dengan berdasar enam poin yaitu koordinasi, surveilans, penatalaksanaan sistem laboratorium, intervensi farmasi dan non farmasi, dan komunikasi risiko. PKMK FK – KMK UGM akan memfasilitasi perhitungan estimasi kasus pada waktu puncak pandemi dengan berdasar dari data penduduk di Sumatera Selatan.
  1. Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai daerah epicenter dengan kasus terbanyak menjelaskan strategi sebagai lesson learn daerah lain dalam menghadapi pandemi. (1) Kajian epidemilogis klinis sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana kasus ini berkembang nantinya. Data ini nantinya menjadi estimasi kebutuhan tempat tidur, ruang isolasi, ICU ventilator dan APD. (2) RS di Jakarta harus siap menjadi RS COVID-19 sehingga telah dibuat strategi dengan Kementrian Kesehatan untuk memastikan kondisi kesiapan RS. DKI Jakarta saat ini memiliki sekitar 64 RS rujukan COVID-19 yang sudah ditetapkan sebagai RS Jejaring. Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan membantu RS Jejaring ini mengenai perekrutan SDM oleh BKD, logistik dikoordinasikan oleh Biro Tata Pemerintahan. Laboratorium di DKI Jakarta bekerja sama dengan 18 laboratorium jejaring dan swasta dengan pelaporannya dibawah komando dinas kesehatan. (3) Data Dashboard DKI Tanggap COVID-19 yang sudah terhubung ke sistem RS online Kementerian Kesehatan untuk memantau kondisi logistik RS jejaring secara real time. Pemberdayaan tenaga PNS RS dari work from home untuk membantu pengisian administrasi online Dashboard DKI Tanggap Covid.
  1. Dinas Kesehatan Papua mengkonfirmasi saat ini sudah 11 Kabupaten di Papua dari 29 Kabupaten yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kasus terbanyak di Jayapura, Timika, Merauke dan Wamena. Strategi yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan Papua yaitu membangun Posko Gugus COVID-19 dengan 16 RS sebagai RS Rujukan, mendistribusikan logistik, mewajibkan menggunakan masker, social distance, sosialisasi pencegahan COVID-19 di masyarakat, menghentikan perjalanan transportasi umum dan mengurangi perpindahan masyarakat dalam skala besar. Saat ini diperlukan pemeriksaan rapid test secara masif di daerah Papua.
Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi” 24 april

Kegiatan hari ini ditutup dengan penugasan kasus melalui laman website https://bencana-kesehatan.net/index.php/73-full-page/serial-hdp-rs/3933-pelatihan-kepemimpinan-dinas-kesehatan-dalam-mengelola-bencana-kesehatan. Kegiatan ini akan dilanjutkan hari Sabtu, 25 April 2020 pukul 10.00 WIB.

Reporter: Putu Citta Wicakyani
MMR FK-KMK UGM


Materi dan Video silahkan KLIK DISINI

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments