Reportase Webinar dan Livestreaming Kolaborasi Twice Weekly Covid-19 Serial 7: PERAN FASYANKES PRIMER DALAM PENANGGULANGAN COVID-19

Klinisi Primer Reportase Kegiatan

PKMK – Yogya. Webinar kali ini adalah serial ke-7 yang diselenggarakan secara kolaborasi oleh 16 instansi yakni; Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO), Komunitas Relawan Kesehatan Indonesia (KREKI), Indonesia Healthcare Forum (INDOHCF), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan RS Seluruh Indonesia (PERSI), PT. TELKOM, FK – KMK- UGM (Fak. Kedokteran, Keperawatan & Kes Masy- UGM), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), HELFA, Ikatan Psikolog Klinis (IPK), Himpunan Advokasi Spesialis Rumah Sakit (HASRS), dan GAKESLAB.

dr. Bambang Wibowo – Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan membuka dengan menyatakan peran fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam COVID-19 sanga penting. Namun, dalam situasi saat ini kita tidak bisa mendikotomi level pelayanan kesehatan karena semua punya peran masing – masing. Memang, saat pandemi saat ini peran tanggung jawab wilayah menjadi penting untuk pelayanan primer, karena dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan mapping masyarakat di wilayah (kelompok berisiko, OTG, PDP, ODP, positif COVID-19 ), kemudian mengidentifikasi sumber daya untuk melakukan upaya – upaya penanganan dan pencegahan. Tidak kalah penting untuk berhasil dibutuhkan kepemimpinan dan dinas kesehatan yang tanggap dalam memberikan intervensi dan kontrol. Pemerintah saat ini sedang mengadakan pelatihan calon dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer. Jumlah pesertanya sebanyak 570 dokter. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat diterjunkan di lapangan untuk penanganan COVID-19 dengan memperkuat sistem pelayanan primer. Semoga inisiatif dari perkumpulan dan asosiasi kesehatan ini dapat terus berlangsung. Sebelum undur diri, Bambang menyampaikan perasaan bangga bahwa banyak pihak telah ikut berpartisipasi dalam penanganan wabah ini.

Selanjutnya, drg. Saraswati, MPH – Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI menyampaikan Persentasi mengenai “Regulasi dan Kebijakan Pemerintah tentang Peran Fasyankes Primer dalam Penanganan COVID-19”, Saraswati menyampaikan secara runut mengenai, regulasi; pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19; tata laksana rujukan PIE, dimana pelayanan kesehatan primer merupakan garda penting dalam penanggulangan wabah ini; peran FKTP (klinik pratama, praktik perseorangan) untuk bersama melakukan deteksi, prevensi dan respon COVID-19; koordinasi puskesmas, dinkes dan FKTP untuk memutus mata rantai penularan di level individu, keluarga dan masyarakat; pemberdayaan desa/kelurahan/RT-RW siaga; cukup banyak yang dijelaskan oleh Saraswati untuk memeplajari lebih lanjut materi dapat didownload di link berikut https://manajemencovid.net/event /kolaborasi/

Kemudian pembahasan selanjutnya adalah pemaparan dari DKI Jakarta dan Walikota Tangerang Selatan dalam penanganan COVID-19. Widyastuti perwakilan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta memaparkan strateginya yakni dengan membuat time line kegiatan pengendalian COVID-19 di Jakarta, yang terdiri dari sosialisasi kepada tenaga kesehatan RS dan PKM, call center 24 jam, penetapan RS Rujukan COVID-19 melalui Kepmenkes No. 169/2020, percepatan kapasitas Laboratorium dan tempat tidur RS untuk pasien COVID-19. Meskipun dengan sumber daya yang memadai Jakarta mengalami hambatan dalam penanganan COVID-19, seperti kepadatan penduduk, dan migrasi penduduk tinggi; Gedung puskesmas yang terbatas; tenaga kesehatan terinfeksi COVID-19, adanya dualisme kebijakan, stigma masyarakat terhadap COVID-19 masih belum baik; penyediaan APD belum efektif dan penugasan puskesmas masih ragu – ragu dalam memberikan regimen pengobatan bagi OTG, ODP, dan PDP. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap untuk menghadapi wabah ini perlu diperhatikan misalnya dalam penyusunan kebijakan dilakukan konsolidasi antar sektor, penundaan sementara beberapa layanan di puskesmas terutama untuk kasus yang tidak emergensi, menggalakkan dukungan psikososial, pembentukan satgas pemulasaran jenazah, sosialisasi di media sosial dan penyediaan SOP APD dengan prinsip PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi).

Airin Rachmi Diany, S.H.,M.H. – Walikota Tangerang Selatan menyampaikan di wilayahnya data pantauan COVID-19 yang telah terkonfirmasi sebanyak 82 dan 18 orang dinyatakan meninggal dunia. Penanganan COVID-19 di pelayanan primer tidak jauh berbeda dengan yang dipaparkan oleh narasumber dari DKI Jakarta. Hanya Airin menyiasati di awal dengan mengajak berunding DPRD wilayah Tangera Selatan selaku pemegang kepenting tentang penanganan COVID-19, agar pada jajaran pemangku kepetingan memiliki kekompakan dan persepsi yang sama, sehingga intervensi dan kontrol yang dilakukan tidak dilema atau membingungkan masyarakat. Airin tegas dalam menyampaikan bahwa situasi saat ini bukan hanya menjadi beban tenaga kesehatan saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat mohon dapat berperan. Beliau sangat bersyukur warga Tangerang Selatan banyak yang berpartisipasi, meskipun demikian masa mendatang dengan cepatnya penyebaran COVID-19, Airin akan melakukan penegakan sanksi bagi pelanggar PSBB. Airin tetap optimis, Indonesia dapat menangani wabah ini sebelum lebaran. Airin menutup persentasinya dengan harapan PCR bisa dilakukan di rumah swasta, agar dapat dilacak dan diputus mata rantai penyebarannya.

Penanganan COVID-19 di Cirebon pun telah melakukan hal yang tidak jauh berbeda, yakni mengupayakan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten untuk turut berperan seperti membubarkan kumpulan, edukasi di Pom bensin, sanitasi lingkungan, pola hidup sehat. Sedangkan, peranan puskesmas di wilayah Cirebon dilakukan dengan menekankan pada mendata masyarakat, kunjungan ke rumah, dan merujuk ke rumah sakit.

Atmarita, MPH.,dr.PH – Anggota Asosiasi Peneliti Kesehatan Indonesia memberi tanggapan bahwa penanganan COVID-19 di 3 wilayah yang telah dipaparkan sudah cukup baik, karena memang telah didukung sumber daya dan pendanaan yang memadai. Tetapi, kita belum tahu bagaimana penanganan wabah ini pada pelayanan kesehatan primer di wilayah rural. Sebaiknya, ini terus dipantau oleh Kementerian Kesehatan, dan komunikasi melalui forum webinar seperti tetap diadakan untuk menyalurkan informasi lebih cepat baik dalam pengaduan maupun sosialisasi penanganan. Webinar kali ini berlangsung 2 jam lebih, kemudian untuk mendapat informasi lebih detail silakan pada video dibawah. Reporter: Tri Aktariyani – PKMK


Unduh Materi
Pengantar webinar Peran Fasyankes Primer dalam Penanggulangan COVID-19-Dr. Bambang W.,Sp.OG(K),MARS
Prev 1 of 2 Next
Prev 1 of 2 Next
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments