Reportase Webinar Manajemen Asuhan Gizi dan Penyelenggaraan Makanan Pasien COVID-19 di Rumah Sakit

Reportase Webinar Manajemen Asuhan Gizi dan Penyelenggaraan Makanan Pasien COVID-19 di Rumah Sakit

Klinisi Primer Klinisi Rujukan Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan Tenaga Pencegahan

Reportase Webinar PERSI

Reportase Webinar Manajemen Asuhan Gizi dan Penyelenggaraan Makanan Pasien COVID-19 di Rumah Sakit

15 April 2020


PKMK – Yogya.  Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (PKMK FK – KMK) UGM bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyelenggarakan webinar dengan topik Manajemen Asuhan Gizi dan Penyelenggaraan Makanan Pasien COVID-19 di Rumah Sakit, pada Rabu (15/4) pukul 10.00-12.00 WIB. Narasumber dalam webinar ini atara lain Prof Dian Handayani dari Universitas Brawijaya, Triyani Kresnawan Dietisien Instalasi Gizi RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Ano Rosdiana SGZ Mkes Kepala Instaasi Gizi dan Tata Boga Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPISS). Adapun pembahas pada webinar ini ialah dari Direktur Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Sugeng dari World Health Organization (WHO) Indonesia.

Webinar dibuka oleh Ketua Umum PERSI, dr Kuntjoro Adi Purjanto. Kuntjoro memgapresisasi inisiatf organisasi yang ingin mendiskusikan manajemen di rumah sakit secara benar di tenagh pandemi COVID-19 . “Posisi pengobatan mulai deteksi hingga pemberian nutrisi menduduki posisi yang penting untuk diaplikasikan secara benar,” ujar Kuntjoro.

Pemateri pertama dalam webinar ini ialah Prof Dian Handayani dari UB. Ia membuka materi dengan topik Asuhan Gizi pada Penyakit Infeksi. Dian mengatakan ada hubungan erat antara gizi dan penyakit infeksi. “Jika seseorang yang status gizinya tidak baik maka sistem imunnya tidak optimal. Gizi cakupannya luas, mencakup aspek kesehatan tubuh dan makanan yang masuk. Kalau makanan yang kita berikan pada pasien dan keluarga mengandung mikroba berbahaya mengakibatkan kondisi tidak baik untuk tubuh sehingga mempengaruhi kesehatan pasien dan menimbulkan infeksi,” ujar Dian.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi antara lain; penurunan absorbsi zat gizi, pola dan kepercayaan yang salah, anoreksia dan gangguan metabolik. Dian juga mengingatakan para nutrisionis, bahwa dalam penanganan pasien COVID-19 harus memperhatikan asupan energi, zat gizi makro dan zat gizi mikro.

Guna menjamin kecukupan gizi pasien COVID-19, Dian memberikan beberapa rekomendasi asupan giizi. Rekomendasi asupan untuk pasien infeksi COVID-19 antara lain karbohidrat 50-60% total kebutuhan energi, protein 15-25% total energi, dan lemak 25-30% total energi. Adapun rekomendasi intervensi gizi sesuai RDA antara lain kecukupan Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E. Sedangkan untuk mineral yang dibutuhkan ialah Natrium 2000-2500 mg/hari, Kalsium 600 mg/hari dan Zink 20-40 mg/hari.

Narasumber kedua yakni Triyani Kresnawati dari RSCM yang memaparkan materi Manajemen Asuhan Gizi dan Penyelenggaraan Makanan Pasien COVID-19 di RS mengacu Standar SNARS 1.1. Triyani memaparkan pelayanan dan asuhan pasien standar PAP.4 dan PAP.5. “Adapun Pelayanan dan asuhan pasien standar PAP.4 adalah tentang tersedianya berbagai pilihan makanan sesuai dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan klinisnya,” terang Triyani.

Rinciannya adalah; pasien berhak menentukan makanan berdasarkna nilai yang dianut; pasien ditawarkan pilihan makanan yang konsisten dengan status gizi; jika keluarga ingin membawa makanan untuk pasien COVID-19  harus diberi edukasi tentang kontra indikasi, kebersihan makanan, kebutuhan asuhan, termasuk interaksi obat makanan; jika keluarga ingin memberi makanan ke pasien COVID-19 harus via pramusaji; makanan yang dibawa keluarga harus disimpan dengan benar untuk mencegah kontaminasi. “Ahli gizi harus menjaga step by step penyelenggaraan makanan, membuat sample makanan, itu terkait pencegahan pengendalian infeksi,” ujar Triyani.

Triyani juga menjelaskan Pelayanan dan asuhan pasien standar PAP.5 dengan maksud dan tujuan, pasien pada assesment awal perawat di skrining untuk risiko gizi (AP 1.4). Pasien ini dikonsultasikan ke nutrisionis/dietisien untuk dilakukan assesmen lebih lanjut. Jika ditemukan risiko gizi maka dibuat rencana terapi gizi dan dilaksanakan. Kemajuan keadaan pasien dimonitor dan dicatat di rekam medis. DPJP, perawat, nutrisionis/dietisien dan keluarga pasien bekerjasama dalam konteks asuhan gizi terintegrasi dengan DPJP sebagai Clinical Team Leader.

Ano Rosdiana selaku Kepala Instalasi Gizi dan Tata Boga Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPISS) juga menjelaskan Implementasi Pelayanan Gizi Pada Pasien COVID-19 di rumah sakit tempat ia bekerja. Ano menjelaskan bahwa implementasi di RSPISS tidak bisa digeneralisasikan di semua rumah sakit.

Di RSPISS, pelayanan yang diberikan untuk pasien COVID-19 ialah pelayanan asuhan gizi dan penyelenggaraan asuhan makanan. Pasien juga diskrining, yakni pertama dilakukan asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi gizi.  “Di RSPI kegiatan ini dilakukan oleh perawat selama 24 jam. Seluruh kegiatan ini dilakukan di Ruang Rawat Inap dan ICU” ujar Ano.

Ano menjelaskan fasilitas di RSPISS berbeda dengan rumah sakit lain, sehingga pelayanannya juga berbeda. Ano menjelaskan RSPISS emiliki prinsip pelayanan yang meminimalisir kontak dengan pasien.“Di RSPISS mempuyai fasilitas lebih tidak sama dengan rumah sakit lain. Kami punya intercom, sehingga asuhan gizi dilakukan via intercom. Nutritionis bisa berkomunikasi dengan telepon dan kamera,” ujar Ano.

Di RSPISS tidak hanya pasien yang diberikan asupan makanan, namun petugas yang bekerja di sana juga diperhatikan kecukupan gizinya. Petugas tersebut antara lain tenaga kesehatan, analis di lab, tenaga non kesehatan dan teknik. “Kami memberikan makanan utama dan selingan untuk pegawai, rinciannya yakni makanan pokok dengan gizi seimbangan dan selingan seperti susu,”ujar Ano.

Saat ini RSPISS mendapat donasi dari berbagai pihak. Namun Ano menjelaskan sebaiknya pemberi donasi berupa makanan memperhatikan label makanan. Tujuannya agar makanan yang dikonsumsi petugas bisa dipastikan aman.

Direktur Direktorat Gizi Kemenkes,  DR Rr Dhian Proboyekti sangat mendukung kegiatan webinar ini. “Direktorat gizi mendukung kegiatan dengan update informasi. Info terkait COVID-19 sangat penting untuk saat ini. Oleh karena itu diperlukan pedoman merawat pasien yang ditangani secara profesional dengan memberi asuhan gizi,” ujar Dhian.

Dhian menjelaskan sejak 23 Maret 2020, resmi beroperasi rumah sakit darurat di Jakarta dan diikuti rumah sakit darurat di wilayah lain. Direktorat Gizi pun sudah menyusun standar pelayanan gizi untuk diimplementasikan di rumah sakit tersebut. ”Pasien COVID-19 perlu pelayanan gizi sesuai kondisinya, dengan keragaman kondisi pasien dan penyakit penyerta,” tegas Dhian.

Sugeng dari WHO Indonesia juga memberikan nasihat gizi selama pandemi COVID-19 . Adapun nasihat tersebut pertama konsumsi makanan segar/tidak diawetkan. Kedua minum air yang cukup setiap hari. Ketiga menghindari konsumsi lemak dan minyak secara berlebih. Keempat hindari konsumsi gula dan garam secara berlebih. Kelima menghindari makan di luar untuk menghidari kerumuman. Keenam, konseling gizi dan dukungan psikososial.

Terkait pengolahan makanan, Sugeng juag menyampaikan beberapa saran. Pertama cuci bersih bahan pangan yang akan diolah. Kedua memisahkan bahan pangan mentah dan matang (termasuk alat yang digunakan mengolah bahan mentah dan matang). Ketiga dalam proses pemasakan, masaklah secara sempurna. Keempat penyimpanan makanan lebih baik pada suhu yang hangat, perlu diperhatikan jangka waktu antara makanan diproses dan dikosumsi pasien. Kemudian,  air dan bahan baku yang digunakan harus diperhatikan.

Sugeng juga memberi apresiasi terhadap pelayanan dai RSPISS. “Penanganan di RSPISS cukup baik, dan bisa menjadi pelajaran untuk rumah sakit lain. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi, apa yang baik dan apa yang ditingkatkan,” ujar Sugeng. Reporter: Kurnia Putri Utomo


Unduh Materi


VIDEO REKAMAN

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments