Reportase Webinar  Manifestasi Klinis pada Mata dan Kulit,  Efektivitas Radiasi UV, dan Terapi Plasma Konvalesen Terhadap COVID-19

Reportase Webinar Manifestasi Klinis pada Mata dan Kulit, Efektivitas Radiasi UV, dan Terapi Plasma Konvalesen Terhadap COVID-19

Klinisi Rujukan

Cochrane Indonesia bekerja sama dengan PKMK FK – KMK UGM kembali menyelenggarakan webinar mengenai bukti ilmiah tentang penanganan wabah pandemi COVID-19. Webinar  berlangsung selama 3 hari pada 7 – 9 April 2020 dengan topik yang beragam tiap harinya. Webinar ini diikuti oleh berbagai kalangan seperti tenaga medis, mahasiswa, dan khalayak umum dari seluruh Indonesia.

Webinar yang diselenggarakan pada 7 April 2020, membahas dua topik mengenai manifestasi klinis COVID-19. Topik pertama mengenai manifestasi klinis pada mata dengan menelaah artikel yang berjudul “Characteristics of Ocular Findings of Patients with Corinavirus Disease 2019 (COVID-19) in Hubei Province, China” yang dipaparkan oleh dr. Indra Tri Mahayana, PhD, Sp.M.

Artikel jurnal yang dipaparkan pada webinar ini menyampaikan bahwa penularan virus ini melalui mata dapat terjadi. Namun, pada penelitian ini pemeriksaan okular yang tidak terperinci, serta analisis swab yang hanya dilakukan pada satu mata memungkinkan hasil yang  false negatif. Maka diperlukan penelitian yang lebih kompleks dan terperinci di masa mendatang.

Selanjutnya, webinar pada topik yang kedua mengenai manifestasi klinis pada kulit yang dipaparkan oleh dr. Tuntas Rayinda, M.Sc., Sp.DV dengan judul “Cutaneous manifestations in COVID‐19“.

Tuntas menjelaskan bahwa manisfestasi kulit pada pasien COVID-19 tidak spesifik, yaitu memiliki kemiripan dengan akibat infeksi virus lainnya. Dengan melihat kondisi di lapangan yang sulit sehingga terjadi inkonsistensi pemeriksaan dermatologi antara pasien satu dengan yang lainnya, maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan terperinci serta hubungannya dengan gejala klinis atau parameter laboratorium.

VIDEO REKAMAN

Pengantar Manifestasi Klinis COVID 19 pada Organ Mata dan Kulit
Prev 1 of 2 Next
Prev 1 of 2 Next

Efektivitas pencegahan COVID-19 dengan berbagai cara sudah banyak dilaporkan oleh beberapa studi. Webinar 8 April 2020 membahas mengenai efektivitas radiasi ultraviolet untuk sintesis vitamin D dengan berjemur saat pandemi COVID-19 yang dipaparkan oleh dr. Arief Budiyanto, PhD, Sp.KK(K) dengan menelaah artikel yang berjudul “Determining an Effective UV Radiation Exposure Time for Vitamin D Synthesis in the Skin Without Risk to Health: Simplified Estimations from UV Observations”.

Arief menyampaikan memang benar bahwa sinar matahari dapat meningkatkan imunitas pada tubuh manusia, tetapi tidak untuk membunuh virus ini. Namun, sulit mengetahui berapa banyak vitamin D yang diproduksi dan menentukan waktu pararan yang aman dan tepat melihat faktor-faktor lainnya seperti jenis kulit, area yang terpapar dan jumlah vitamin D yang dibutuhkan oleh setiap orang. Paparan yang berlebihan juga dapat menyebabkan risiko kesehatan terhadap manusia.

VIDEO REKAMAN

Pengantar Webinar Manajemen Klinis Cochrane Indonesia Peran Sunlight, Vitamin D dan Modulasi Sistem
Prev 1 of 1 Next
Prev 1 of 1 Next

Dengan semakin bertambahnya pasien yang menderita COVID-19, para peneliti berusaha menemukan modalitas terapi yang efektif. Salah satu modalitas terapi yang potensial adalah terapi dengan plasma konvalesen pasien yang pernah terinfeksi SARS CoV-2. Oleh karena itu, webinar yang diselenggarakan 9 April 2020 membahas convalescent plasma therapy ini pada COVID-19 oleh Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK (K) dengan pembahas dr. Mardiah Suci H., PhD, Sp.PD-KHOM (Staf Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM/RSUP DR Sardjito), Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt, MPharm, MARS (Direktur Registrasi Obat, Direktorat Registrasi Obat BPOM RI, Jakarta), dan Dr. Yunita Widyastuti, Sp.An, M.Kes, KAP, PhD (Komisi Etik FK – KMK UGM/RSUP Dr. Sardjito).

Artikel ilmiah yang ditelaah pada webinar ini berjudul “Treatment of 5 Critically Ill Patients With COVID-19 With Convalescent Plasmamenjelaskan bahwa transfusi plasma konvalesen memiliki kemungkinan untuk berkontribusi pada pembersihan virus dan perbaikan gejala pada pasien yang kritis dengan COVID-19 dan pasien yang menerima agen antivirus seperti inteferon dan lopinavir/ritonavir selama dan setelah pengobatan tersebut juga berkontribusi pada pembersihan virus COVID-19. Namun, penelitian ini masih menggunakan sampel yang terbatas, desain ukuran dan studi yang menghalangi pernyataan definitif tentang potensi efektivitas pengobatan ini sehingga penelitian ini memerlukan evaluasi lebih lanjut terutama dalam uji klinis.

Webinar yang diselenggarakan selama ini bertujuan untuk mengkaji informasi penelitian terkini tentang COVID-19, yang terus berkembang setiap saat. Kajian ini tidak ditujukan untuk memberikan rekomendasi keputusan medis namun, hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dalam pembuatan panduan pelayanan medis, yang dilakukan  oleh lembaga berwenang (Kementerian Kesehatan atau asosiasi profesi). Reporter: dr. Dhite Bayu Nugroho, PhD

VIDEO REKAMAN

Manifestasi Klinis Mata pada COVID-19
Prev 1 of 1 Next
Prev 1 of 1 Next
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments