Reportase Webinar Menjaga Kebugaran Psikologis untuk Meningkatkan Daya Tahan  Menghalau COVID-19  8 April 2020

Reportase Webinar Menjaga Kebugaran Psikologis untuk Meningkatkan Daya Tahan Menghalau COVID-19 8 April 2020

Klinisi Primer Klinisi Rujukan Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan Reportase Kegiatan Tenaga Pencegahan

Reportase Webinar
Menjaga Kebugaran Psikologis untuk Meningkatkan Daya Tahan Menghalau COVID-19

8 April 2020


Pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19 bukan hanya menimbulkan kesakitan dan kematian melainkan juga memunculkan berbagai dampak psikologis di berbagai kalangan. Dampak psikologis ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya terkait masalah finansial pasca kebijakan lock down, ketidaktahuan kapan pandemi akan berakhir, termasuk juga ancaman kesehatan dan keselamatan. Tenaga medis merupakan salah satu kalangan rentan terserang gangguan psikologis. Apalagi, saat ini di Indonesia, tren angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 semakin merangkak naik.

PERSI dan PKMK FK – KMK UGM menyelenggarakan webinar dengan topik Menjaga Kebugaran Psikologis untuk Meningkatkan Daya Tahan Menghalau COVID 19. Seminar online yang diselenggarakan pada 8 April 2020 ini diisi oleh narasumber berprofesi psikologi klinis diantaranya Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D, ClinPsych, Annelia Sari Sani, S.Psi, Psikolog, serta Danang Baskoro, S.Psi, Psikolog. Acara dibuka oleh dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes selaku ketua PERSI.

Annelia Sari Sani, selaku Koordinator Satuan Tugas Psikolog Klinis untuk Penanggulangan COVID-19 menjadi pembicara utama dalam diskusi ini. Anne memulai paparannya dengan analisis kondisi umum tenaga kesehatan (nakes) dalam masa pandemi COVID-19 ini. Dalam masa ini, nakes rentan mengalami gangguan baik dari aspek biologis maupun psikologis. Dari aspek biologis, gangguan yang muncul merupakan akibat dari bekerja terlalu lama, jam kerja tidak teratur/ normal, makan/ minum tidak teratur termasuk juga kurang tidur. Nakes juga dapat terkena gangguan psikologis diantaranya akibat perasaan khawatir tertular, memikirkan kondisi keluarga, merasa tidak kompeten, hingga mengalami gejala depresi atau putus asa.

Tenaga medis perlu mendapat “bantuan” terlebih dahulu agar lebih optimal dalam melayani pasien penderita COVID-19. Menurut Anne, bantuan untuk nakes dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Misalnya dengan mengatur beban kerja sesuai kemampuan staf atau menyediakan tempat khusus untuk nakes beristirahat atau untuk makan minum disela bekerja. Nakes juga perlu mendapat akses air putih yang memadai. “Makanan dan minuman yang istimewa tidak perlu mahal dapat membantu me – recharge karyawan. Tidak kalah penting adalah memberi perhatian khusus kepada keluarga tenaga kesehatan. Karena orang – orang ini adalah yang bisa menunjang secara psikologis untuk tenaga kesehatan. nakes diijinkan menghubungi keluarga sebelum shift kerja untuk memberi dukungan psikologis,  tuturnya.” Nakes juga dapat dibentuk dalam tim untuk memberi dukungan secara psikososial.

Untuk membantu berbagai pihak, termasuk tenaga medis mendapat layanan konseling psikologi, saat ini di Indonesia telah dibentuk Satgas Psikologis Klinis Untuk Penanggulangan COVID-19. Satuan tugas ini dibentuk tingkat nasional yang didukung oleh 29 satuan tugas wilayah yang tersebar di 34 provinsi. Satuan tugas terdiri dari sekitar 700 psikolog klinis. Metode konseling yang ditawarkan diantaranya dalam bentuk tatap muka dengan memperhatikan jarak fisik dan telekonseling. “Saat ini baru tersedia layanan telekonseling di Satgas Wilayah DKI Jakarta, namun memang sedang dipersiapkan telekonseling di seluruh Indonesia,” tutup Anne.

Narasumber kedua dalam seminar online ini, Kwartarini, menyampaikan pentingnya pikiran yang sehat bagi semua pihak. Dalam paparannya, perempuan yang akrab dipanggil Bo ini menekankan, “bukan stress yang membunuh kita, tapi reaksi kita terhadap stress tersebut yang berbahaya.” Interpretasi kita terhadap stress inilah yang memicu tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang akan berdampak pada tubuh. Ini sangat tergantung pada cognitive appraisal.

Lalu bagaimana caranya menenangkan diri dan memberi stimulus positif untuk pikiran kita dalam situasi pandemi ini? “Lakukan relaksasi,” terang guru besar dari Fakultas Psikologi UGM ini. Relaksasi terdiri dari 4 tingkatan yaitu Beta, Alpha, Theta, dan Delta. “Relaksasi yang kita maui adalah yang mencapai kondisi Alpha dan Theta karaena pada kondisi ini berpengaruh 80% terhadap tubuh kita,” lanjutnya lagi.

Stimulus lain yang dapat dimasukkan ke dalam pikiran kita untuk mencegah dampak buruk pandemi diantaranya adalah dengan berfikir bahwa pandemi ini akan berakhir dan kita akan menang. Keyakinan terhadap ketetapan waktu hidup dan mati dari Tuhan juga dapat membangun mental positif dalam diri kita.  Aktivitas positif seperti menonton video lucu, melakukan health sex, bermain dengan anak – anak, serta mendengar atau membaca hal yang positif pun sangat baik untuk perbaikan mental. Untuk meredakan ketegangan bagi tenaga medis, Kwartarini berpesan kepada pimpinan fasilitas kesehatan “rumah sakit juga perlu menyiapkan ruangan khusus untuk recharging yang didesain untuk merecharge tubuh dan pikiran melalui berbagai panca indera tim medis.”

Ada sesi khusus yang diselenggarakan dalam seminar online ini, yaitu sesi rileksasi. Sesi ini dipandu Danang Baskoro, S.Psi, Psikolog. Pada sesi ini, Danang memutarkan video berdurasi 10 menit 16 detik untuk membantu lebih dari 500 peserta webinar melakukan rileksasi. Panduan – panduan rileksasi ini, disampaikan Danang melalui rekaman suara dalam video. Suara Danang juga diiringi backsound yang menenangkan pikiran. Secara bertahap peserta dipandu untuk menenangkan pikiran. Peserta seminar diharapkan lebih positif berfikir dan bermental tangguh dalam menghadapi ujian pandemi COVID-19 ini.

Reporter: Puti Aulia Rahma (PKMK UGM)


Unduh Materi

VIDEO REKAMAN

Pengantar Webinar PERSI Menjaga Kebugaran Psikologis untuk Meningkatkan Daya Tahan Menghalau COVID19
Prev 1 of 2 Next
Prev 1 of 2 Next
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments