Laporan Workshop Angkatan II  Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19  Senin – Kamis, 6 – 9 April 2020

Laporan Workshop Angkatan II Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Senin – Kamis, 6 – 9 April 2020

Manajer Lembaga Kesehatan Pengambil Kebijakan Reportase Kegiatan

Laporan Workshop

Angkatan II
 Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Senin – Kamis, 6 – 9 April 2020


Hari III : Rabu, 08 April 2020

Kegiatan dimulai dengan review penugasan dan diskusi tentang kondisi beberapa rumah sakit selama pengalaman menangani COVID-19. Rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan berdasarkanAPD yang dimiliki oleh rumah sakit. Jika APD tidak memenuhi standar artinya rumah sakit bisa menjadi rumah sakit rujukan level 2, artinya hanya bisa menangani pasien yang non kritis. Daerah sebaiknya melakukan leveling rumah sakit di daerahnya, sehingga sistem rujukan ini lebih tersistematis. Rumah sakit yang bukan rujukan jika menerima pasien COVID-19, langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan. Terkait kebutuhan APD ini harus sudah dihitung berapa kebutuhannya, berapa yang sudah ada dan untuk berapa lama. HDP ini fleksibel dan tidak terkait dengan birokrasi sehari hari namun tergantung pada situasi sekarang.

Major Incident Medical Management and Support (MIMMS) The Practical Approach in Hospital

Materi ini disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo dari Pokja Bencana FK – KMK UGM. Rumah sakit bisa mengikuti MIMMS dalam membuat struktur organisai sistem komando penanganan COVID. MIMMMS ini mengikuti prinsip – prinsip dasar ICS. Struktur pokok yang ada dalam MIMMS adalah koordinator, bidang manajemen, bidang keperawatan dan bidang medis. Dalam tim COVID, safety itu mengurus APD yaitu mengurus pencegahan transmisi penyakit. APD ada 3 level, APD untuk periksa pasien ODP, APD untuk periksa pasien PDP dan APD untuk ruangan PDP konfirmasi positif.

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar sudah merawat ODP dan PDP. Rumah sakit mendapat APD dari segala penjuru namun ada beberapa APD yang dipalsukan (masker N95 palsu), dan masih ditahan di gudang. APD secara keseluruhan dicek oleh komite Pengendalian Penyakit Infeksi (PPI).

Fasilitator menutup workshop hari ini dengan menjelaskan penugasan 3. Hasil penugasan ini akan dipresentasikan oleh peserta besok 9 April 2020. Informasi selengkapnya simak di SINI.


Reporter : Happy R Pangaribuan
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan FK-KMK UGM

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments