Reportase Webinar Memulai Pelayanan Primer dengan Mengefektfifkan Konsultasi Online dan  Pendaftaran Online – Merespon Pandemi COVID-19

Reportase Webinar Memulai Pelayanan Primer dengan Mengefektfifkan Konsultasi Online dan Pendaftaran Online – Merespon Pandemi COVID-19

Reportase Kegiatan

Reportase Webinar
Memulai Pelayanan Primer dengan Mengefektfifkan Konsultasi Online dan
Pendaftaran Online – Merespon Pandemi COVID-19

 Yogyakarta, 2 April 2020


Narasumber:

  1. Dhanasari Vidiawati Sanyoto MSc.CM-FM, Sp.DLP, FISPH, FISCMI (lmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
  2. Riri Indriyanti, MKK (Klinik Satelit Universitas Indonesia)

Moderator: dr. Mora Claramitha

Webinar ini didedikasikan untuk membantu pelayanan primer dalam menghadapi Pandemi COVID19 yang dilaksanakan atas kerjasama Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia, Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia, Society of Teachers of Family Medicine in Indonesia, Journal Review on Primary Care Practice and Education, dan Pusat Manajemen Kebijakan Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat, Keperawatan (FK – KMK) UGM. Narasumber dalam webinar ini adalah dr. Riri Indriyanti, MKK dari Klinik Satelit Universitas Indonesia dan Dr. Dhanasari Vidiawati Sanyoto MSc.CM-FM, Sp.DLP, FISPH, FISCMI dari Departemen lmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Webinar ini membahas bagaimana pelayanan maupun pendaftaran pasien pada layanan primer dilakukan secara online, namun tidak mengurangi bobot proses konsultasi yang berbasis kedokteran keluarga dan layanan primer. Harapannya dapat dijadikan sebagai ajang sharing pengalaman dari Klinik Satelit Universitas Indonesia dalam melakukan pendaftaran online maupun konsultasi online di layanan primer sehingga pasien tidak datang langsung ke pelayanan primer.

Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Dhanasari yang membahas tentang pengalaman memulai pelayanan online di layanan primer yang dilakukan oleh Klinik Satelit UI dalam menghadapi pandemi COVID-19. Klinik Satelit UI merupakan klinik universitas yang melayani warga UI dan masyarakat sekaligus menjadi wahana pendidikan dan penelitian kesehatan di layanan primer. Sejak awal terjadinya wabah COVID-19, Klinik Satelit sudah melakukan promosi kesehatan mengenai corona virus dan mengedukasi tentang cara mewaspadainya melalui Instagram. Setelah ada yang terkonfirmasi positif COVID-19di Indonesia, banyak pasien dengan ISPA berkunjung di Klinik Satelit karena khawatir terkena COVID-19. Seminggu kemudian, kasus positif semakin meningkat. Minggu berikutnya terjadi peningkatan kasus yang berkali – kali lipat sehingga pada 16 Maret 2020, Rektor UI menerbitkan surat edaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Melihat kasus ini sebagai fenomena gunung es dimana bagian puncak adalah yang terkonfirmasi positif COVID-19, kemudian pasien dengan pengawasan, lalu orang dengan pemantauan dan yang tidak tahu apakah dia berada di PDP atau ODP yang meningkat berkali – kali lipat, maka Klinik Satelit UI sesuai edaran Rektor memberlakukan registrasi online untuk pelayanan poli umum guna menghindari penyebaran infeksi COVID-19dari kerumunan dan membatasi praktik dokter, 1 dokter untuk 5 – 6 pasien dalam satu jam. Sehingga apabila dokter bekerja dalam 6 jam maka jumlah pasien maksimal 36 pasien. Selain membatasi layanan dokter per pasien, layanan gigi di Klinik Satelit juga membatasi jenis tindakan maupun jumlah pasien yang dilayani.

Meskipun jumlah kunjungan berkurang karena pembatasan kuota namun banyak yang ingin konsultasi melakukan komplain sehingga Klinik Satelit UI memutuskan untuk memberlakukan konsultasi online. Hasil pelayanan konseling online belum banyak karena 75% pasien klinik adalah mahasiswa yang tinggal disekitar kampus yang telah kembali di tempat masing – masing. Seiring peningkatan pasien COVID-19 yang semakin pesat, dan dikhawatirkan akan membahayakan pemberi layanan kesehatan sehingga diputuskan semua pelayanan diberlakukan online, baik itu reservasi maupun konseling yang diselenggarakan dokter, dokter gigi dan psikolog.

Sesi kedua ini dibahas oleh dr. Riri sebagai dokter tetap Klinik Satelit UI Makara yang membahas tentang Mengefektifkan Pendaftaran & Konsultasi Online Layanan Primer-Merespon Pandemi COVID-19. Mengawali paparannya, dr. Riri memberikan gambaran umum seputar Klinik Satelit UI dimana klinik ini memiliki layanan Poli Umum, Poli Gigi, Layanan Emergensi, Layanan Konseling dan Layanan Penunjang dengan tren kunjungan pasien yang terjadi di bulan Februari – Maret dan Agustus – September. Setelah terjadi pandemi 2 Maret 2020, 2 pekan pertama  Maret terjadi peningkatan kunjungan di Klinik Satelit sebanyak 1743 kunjungan. Dengan kondisi ini, banyak kendala yang dialami karena hanya terdapat 3 dokter tetap, 1 cuti melahirkan, 7 dokter part timer yang praktek 3- 4  jam setiap hari, sehingga sulit membagi pasien dan terjadi penumpukan pasien. Jam buka layanan sangat panjang dan tidak ada physical distancing. Akhirnya langkah pertama yang diambil adalah memisahkan pasien ODP atau yang pernah kontak dengan pasien COVID-19dir uangan khusus lantai 1 dan pelayanan poli umum dan poli  gigi di lantai 2. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan melakukan pendaftaran dengan sistem online.

Klinik Satelit me – launching link pendaftaran online dengan remark pasien wajib mendaftar online agar bisa dilayani melaui Instagram dan WhatstApp group. Bagi yang tidak bisa mendaftar akibat kuota penuh, bisa diterima apabila memiliki kondisi khusus misalnya emergensi, lansia, pasien kontrol dengan memberikan notifikasi sebelumnya. Harapannya, dokter tidak mengalami kelelahan dengan kondisi setiap satu jam satu orang orang dokter hanya memeriksa 5 – 6 pasien.

Mulai 18 maret 2020, waktu kerja dibatasi. Poli umum melakukan cek kesehatan seperti biasa sedangkan di poli gigi dibatasi hanya untuk emergensi. Selain itu, petugas kesehatan yang bekerja dari rumah diminta berkoordinasi untuk melaksanakan konsultasi online yaitu melakukan pemantauan atau follow up kasus – kasus ISPA baik dengan demam atau tanpa demam yang datang pada periode 1 Maret hingga 16 Maret 2020 yang diatur oleh PJ unit layanan masing – masing.

Pendaftaran online berdampak pada berkurangnya kunjungan pasien sekitar 50%. Sehingga pada 30 Maret 2020, seluruh layanan dilakukan dengan cara konsultasi online melalui https://reservasi.ehealth.co.id/. Adapun alur layanan konsultasi online: 1) Pasien mendaftar melalui link reservasi E-Health; 2) Petugas pendaftaran: melakukan pengecekan data, menghubungi pasien, mendaftarkan pada akun dokter yang bertugas & memberi notifikasi kepada dokter; 3) Dokter membuka E-Health dan membuka laman rekam medis pasien yang telah didaftarkan, Menghubungi pasien melalui WA Message/Call/Videocall, Melaksanakan anamnesa, PF dan menegakkan diagnose; 4) Dokter memberikan tatalaksana: Edukasi & Informasi, Medikamentosa (Resep obat), Rujukan Pemeriksaan laboratorium, Rujukan Pemeriksaan Penunjang lainnya; dan 5) Dokter mengisi & melengkapi rekam medis E-Health.

Layanan konsultasi online dilaksanakan sesuai edaran, dan jumlah petugas yang standby per sesi per jam sekitar 2 – 4 dokter, dokter gigi 1 – 2 orang per jam, dan 1 orang petugas pendaftaran bertugas selama 6 jam. Petugas administrasi dan perekam medis diperbantukan untuk membantu apabila ada kesulitan pada koneksi e_health, juga membantu connecting sistem BPJS Kesehatan. Untuk Anamnesa dilakukan via WA chat message, bila diperlukan maka dilakukan voice call, kalau perlu gambar maka dilakukan video call. Kendala dalam melakukan konsultasi online adalah melakukan pemeriksaan fisik. Dokter memberikan waktu dan kesabaran yang ekstra dan kecermatan untuk mengajari pasien memeriksa kondisi vitalnya, mengajarkan bagaiamana mengukur nafas dan denyut nadi bila terindikasi sesak nafas. Dan pasien yang kronis, Prolanis yang memiliki peralatan tensi digital dianjurkan melakukan pengukuran secara rutin dan melaporkan kepada pihak Klinik, dan meminta pasien untuk memfoto bagian tubuh yang dikeluhkan. Apabila kesulitan pemeriksaan, pihak klinik mengirimkan link video pemeriksaan. Lama waktu yang diperlukan untuk konsultasi online tergantung kasusnya, pengalaman klinik satelit di poli umum rata – rata 20 menit.  Melalui WA Massage, dokter tetap wajib mengisi rekam medis online yang harus di selesaikan hari itu juga terutam apabila pasien yang ingin mengambil resep obat di Klinik Satelit. Untuk Asessment atau diagnosa menggunakan dua kode yaitu ICPC2 dan ICD10

Metode penulisan di laman e-health menggunakan Sistem SOAP, dan untuk P Care setiap dokter wajib menuliskan secara lengkap rencana yang dilakukan meskipun berupa edukasi, juga apabila ada flyer atau bacaan dikirimkan ke WA pasien supaya pasien memahami apa yang dialami dan menjalankan apa yang disarankan. Deteksi dan respon kasus suspect COVID-19mengacu pada pedoman penanggulangan COVID-19revisi yang ke IV, 29 Maret 2020. Untuk kasus yang ringan dilakukan isolasi rumah, dan untuk kasus yang perlu dirujuk untuk dilakukan pengambilan spesimen maka dirujuk ke RS UI. Untuk pasien BPJS menggunakan online mobile JKN namun sampai saat ini aplikasi ini belum bisa terhubung sehingga dilayani seperti pasien umum.

Tatalakasana pasien selama pandemi yaitu pasien diberikan obat diusahakan obat bebas yang dibeli tanpa resep, tapi pasien yg ingin menginginkan mengambil obat di Klinik Satelit UI maka diijinkan untuk ambil dengan menunjukkan resep online dan yang sudah dimasukkan di aplikasi e-health. Unit farmasi hanya buka 2 kali seminggu yaitu Selasa dan Jum”at. Untuk laboratorium sementara di tutup tapi pada kasus dilakukan perjanjian dengan petugas untuk datang tapi pasien tetap dirujuk ke Lab yang kerjasama dengan BPJS atau Laboratorium RS UI. Rujukan non BPJS dibuatkan secara manual, distempel dan discan, kemudian dikirim melalui WA pasien. Sedangkan Rujukan pasien BPJS diberikan dalam bentuk PDF yang dikirimkan kepada pasien. Setiap tatalaksana harus memberikan edukasi dan informasi yang valid kepada pasien.

Satu hal yang menjadi ekstra pekerjaan bagi Klinik Satelit adalah mem – follow up pasien. Semua pasien yang datang dalam periode maret dilakukan screening, disortir, pasien dengan keluhan dengan gangguan pernaasan baik dengan demam atau tanpa demam dimasukkan dalam list follow up. Klinik Satelit memiliki pasien dengan follow up periode Maret sebanyak 838 orang yang dibagi antara dokter dan perawat untuk dilakukan pemantauan kondisinya yang mungkin saja diantara pasien follow up ini adalah ODP atau PDP sehingga bisa dilakukan tindakan yang cepat.

Reporter: Candra, SKM.,MPH


VIDEO REKAMAN

Pengantar Memulai Pelayanan Primer dengan Mengefektifkan Konsultasi Pendaftaran Online di COVID-19
Prev 1 of 1 Next
Prev 1 of 1 Next
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments