Laporan Webinar Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Laporan Webinar Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Reportase Kegiatan

Laporan Webinar
Workshop Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Selasa-Jumat, 31 Maret – 3 April 2020


Hari III : Kamis, 2 April 2020

Kegiatan ini dimulai dengan me – review hasil penugasan 2 peserta. Fasilitator memberikan 2 contoh penugasan peserta yang menggunakan ICS dan MIMMS dalam struktur pengorganisasian di RS.

Pengorganisasian Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit

Materi ini disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo dari Pokja Bencana FK – KMK UGM. Tujuan dari ICS ini adalah untuk menjawab what doing what, communication, what if. ICS bukan satu –  satunya sistem. Salah satunya Major Incident Medical Management and Support (MIMMS). Dalam MIMMS tetap ada command sistem, SOP, jobdesk dan sistem manajemen. Ada juga syarat – syaratnya, misalnya standar pelatihan pada tenaga medis, bidang medis harus menguasai ATLS, ACLC, first responder  Langkah penyusunan ICS ditentukan dulu kegiatan yang akan dilakukan, dalam hal ini sesuai kapasitas RS (level 1,2, atau 3). Level tersebut tergantung resources yang ada di rumah sakit misalnya ketersediaan APD. Karena pembagian APD dalam penangan COVID ini sesuai dengan level rumah sakit. Kemudian tetapkan personilnya sesuai kegiatan.

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi”


Diskusi :

  1. RS Kendal merupakan RS baru dan sekitar 5 bulan beroperasi. Saat ini sedang menyusun HDP dan ICS. Pada ICS sudah dibentuk dan ditetapkan orang – Jika saat bencana RS terkena dampaknya termasuk orang yang ada di ICS itu, bagaimana mengaktifkannya?
    • 3 fungsi yang harus ada yaitu pembagian tugas, komunikasi, rencana cadangan. Rencana cadangan itu tentang how if someone missing? Kalau orangnya banyak, maka harus dicadangkan dan kalau sedikit maka akan membutuhkan orang dari luar rumah sakit. Artinya dalam satu daerah harus ada networking. Jadi networking dengan providernya harus direncakan juga.
  2. RSA UGM: Apakah ke depannya akan terjadi eskalasi jumlah pasien, karena ini masa karantina wilayah. Kemudian di rumah sakit untuk kepemimpinan dilaksanakan oleh dokter spesialis paru, sementara mereka harus melakukan pelayanan.
    • Data itu sangat penting sekali, di Jogja sekarang belum ada perhitungan dan perhitungan baru mau dibuat. Mengenai fungsi rangkap seorang spesialis di manajemen medical dan support, dalam kondisi normal tidak masalah. Namun dalam kondisi sekarang ini, susah jika Secara teoritis tidak masalah, namun dalam teknis akan terkendala karena COVID-19 ini masalah transmisi. Spesialis paru sebaiknya dialihkan ke bidang operasional sebagai koordinator. Jika front liner full operasional, tapi kalau manajer tidak perlu dokter paru.
  3. Masalah yang dihadapi RSUP Soeradji Klaten dan RS Selong Lombok Timur sama dengan RSA UGM bahwa komandan dalam ICS mereka adalah dokter spesialis paru. Kendala lainnya adalah jumlah pendatang yang mudik ke daerah merekan sementara kapasitas mereka sangat terbatas untuk penanganan COVID-19.
    • Itu adalah masalah surge capacity, bagaimana menambah ruang tambahan. Disiapkan betul bukan hanya tempatnya tetapi orangnya, memobilisasi dari puskesmas. Misalnya jika akan menggunakan wisma haji itu harus sudah diurus sejak sekarang. Dalam hal ini Pemda sangat berperan.
  4. RSUD Banjarnegara : terkait dengan pengaturan relawan mohon informasi barangkali ada contoh kebijakan atau SPO – nya.
    • Relawan harus ada yang mengatur sendiri dan ini diperjelas di ICS. Ada pendaftaran langsung relawan, kemudian dibagi (relawan medis, teknis). Orang yang mengurusi relawan ini berhubungan dengan seksi Jadi ada pencatatan relawan yang dibutuhkan dimana. Untuk relawan yang tidak ada tempat, ditulis dulu kontaknya, sehingga bisa menghubunginya jika diperlukan. Ada formulir untuk pendaftaran relawan.

Kegiatan ditutup dengan penugasan 3 melalui laman website. Informasi selengkapnya terkait penugasan dan materi simak di sini.


Reporter : Happy R Pangaribuan
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments